Inilah Kesulitan Polri Mengungkap Pengakuan Fredi Budiman

576
Pesona Indonesia

freddy_budiman_JP
batampos.co.id – Mabes Polri langsung menyelidiki tulisan Koordinator KontraS, Haris Azhar yang memuat pengakuan Fredi Budiman semasa masih hidup. Namun, Mabes Polri masih memerlukan banyak informasi  tentang pengakuan Fredi ke Haris pada 2014 itu.

“Iya diselidiki,” kata Boy di Mabes Polri, Jakarta, Senin (1/8).

Haris melalui tulisan berjudul Cerita Busuk dari seorang Bandit mengutip pengakuan Fredi tentang adanya oknum BNN, Polri dan TNI dalam bisnis narkoba. Namun, tulisan Haris itu memang tidak menyebut nama sehingga polisi juga perlu menggali informasi lebih jauh dalam penyelidikan.

“Kalau itu dikatakan sebagai tuduhan, persangkaan, perbuatan pelanggaran hukum kita kembalikan mekanismenya secara hukum dalam proses pembuktiannya. Kalau proses pembuktiannya didukung dengan fakta-fakta yang menjurus kepada semakin teridentifikasinya peristiwa itu secara benar maka layak untuk ditindaklanjuti,” jelas Boy.

Boy menambahkan, Fredi tidak mengungkapkan langsung pengakuan soal itu ke penegak hukum. Sebab, pengakuannya melalui perantara.

“Di satu sisi tentu tetap kita harus berpikir proporsional dan realistis, karena ini sudah dua tahun lalu diucapkan. Jadi testimoni ini tidak langsung. Testimoni ini adalah melalui perantara Haris Azhar yang kemudian dirilis ke publik melalui teks bukan voice,” jelas Boy.

Menurut Boy, meski Fredi sudah dieksekusi tapi pengakuannya masih bisa dicarikan konformasi. Misalnya melalui orang-orang dekatnya.

“Kami saat ini terus melakukan analisis konten yang ada itu sekaligus mencermati kondisi-kondisi, suasana kebatinan dari seorang FB yang saat itu telah ditetapkan sebagai tersangka kemudian terpidana yang dihukum mati,” ujar Boy.

Lebih lanjut Boy mengatakan, semua orang yang terjerat masalah hukum, terutama yang ancamannya hukuman mati, pasti berupaya agar lolos dari vonis pengadilan. Menurut Boy, hal itu lumrah.

“Jangankan seorang badar narkoba seperti FB, orang yang terlibat pencurian yang sifatnya kejahatan konvensional saja bisa tidak mengakui perbuatnya kalau ditangkap polisi. Jadi tentu formatnya kami kembalikan kepada hukum yang berlaku di negara kita,” jelas Boy.(mg4/jpnn)

Respon Anda?

komentar