Juli, Inflasi 1,14 Persen, Batam Perlu Perhatian Khusus

435
Pesona Indonesia
Kenaikan harga bahan pangan seperti sayuran mengalami peningkatan jelang H-1 lebaran di Pasar Aviari, Batuaji, Batam, Selasa (5/7). F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos
Pedagang sayuran di Pasar Aviari, Batuaji, Batam, Selasa (5/7). Sayur-sayuran menyumbang persentase andil tertinggi yang menyebabkan meningkatnya angka inflasi. F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos.

batampos.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau mencatat, bulan Juli silam Kota Batam mengalami inflasi mencapai 1,14 persen. Inflasi ini ditengarai dikarenakan adanya kenaikan indeks pada semua kelompok pengeluaran.

Yaitu kelompok bahan makanan naik 2,30 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau naik 0,05 persen, kelompok perumahan air, listrik, gas dan bahan bakar naik 0,04 persen, kelompok sandang naik 0,24 persen, kelompok kesehatan naik 0,08 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga naik 0,39 persen dan kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan naik 3,99 persen.

Dari grafik andil inflasi dominan di Kota Batam yang dikeluarkan BPS Kepri, diketahui bahan makanan utamanya sayur-sayuran menyumbang persentase andil tertinggi, yang menyebabkan meningkatnya angka inflasi.

“Subkelompok sayur-sayuran naik 8,33 persen. Angka paling besar dibandingkan subkelompok yang lain,” terang Kepala BPS Kepri, Panusunan Siregar, Senin (1/8).

Kenaikan indeks kelompok bahan makanan merupakan akibat naiknya indeks harga pada sembilan subkelompok yaitu subkelompok padi-padian, umbi-umbian dan hasilnya 0,05 persen, subkelompok daging dan hasil-hasilnya 3,08 persen, subkelompok ikan segar naik 0,69 persen, subkelompok telur, susu dan hasil-hasilnya 0,08 persen, subkelompok sayur-sayuran naik 8,33 persen, subkelompok buah-buahan 0,72 persen, subkelompok bumbu-bumbuan 4,77 persen, subkelompok lemak dan minyak naik 2,91 persen dan subkelompok bahan makanan lainnya naik 1,08 persen. sedangkan untuk subkelompok ikan diawetkan dan subkelopok kacang-kacangan tidak mengalami perubahan indeks.

“Dengan kenaikan indeks sebesar 2,30 persen pada bulan ini berarti kelompok bahan makanan telah mendorong terjadinya inflasi di Kota Batam dengan memberikan andil sebesar 0,51 persen,” tambah Panusunan.

Dengan terjadinya peningkatan inflasi di Batam, Panusunan mengharapkan pemerintah daerah selanjutnya dapat memberikan perhatian khusus dan menjaga kestabilan perekonomian di Batam dengan mengendalikan harga dan tarif di kota industri tersebut. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar