Penemuan Unik, Kini Bikin Tape Singkong Hanya Butuh 5 Menit

889
Pesona Indonesia

Toscape, Alat Pemercepat Fermentasi Tape_octo (5)batampos.co.id – Tape merupakan makanan tradisional yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Proses pembuatan tape melibatkan proses fermentasi yang dilakukan oleh jamur Saccharomyces cerivisiae.

Jamur ini memiliki kemampuan dalam mengubah karbohidrat (fruktosa dan glukosa) menjadi alkohol dan karbondioksida. Sedangkan bahan baku dari pembuatan tape adalah beras ketan dan umbi kayu (singkong).

Bel tanda untuk jam istirahat pukul 12.15 WIB di SMAN 1 Batam, telah berbunyi nyaring. Murid-murid berhamburan keluar kelas masing-masing. Dua pemuda menghampiri saya saat jam istirahat ini. Mereka pun memperkenalkan diri masing-masing.

“Ilham mas, kalau saya Aziz,” ujar keduanya sembari menjabat tangan saya.

Keduanya mempersilakan saya untuk mengikuti mereka ke kelasnya untuk menunjukkan hasil karyanya, yaitu Toscape, sebuah alat pemercepat fermentasi tape. Ilham Akbar dan Ikbal Aziz merupakan murid kelas 12 SMAN 1 Batam.

Keduanya berhasil meraih juara tiga berkat inovasinya tersebut dalam Teknologi Tepat Guna kategori inovasi pelajar pada Bulan Maret 2016 kemarin di Kepri Mall yang diadakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pasar, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (PMP-KUKM) Kota Batam.

Sekilas, alat Toscape ini mirip dengan alat microwave yang berbentuk balok dengan panjang 50 cm, tinggi 30 cm dan lebar 40 cm. Toscape ini sendiri terbuat dari bahan-bahan sederhana yang mudah didapat disekeliling kita.

Rangkanya terbuat dari triplek. Bagian dalamnya dilapisi alumunium foil dan terdapat dua buah lampu bohlam masing-masing berdaya 40 watt. Di bagian luar ada kaca fiberglass dan sebuah termostat digital (Alat pengatur suhu).

“Satu bulan pembuatannya ditambah penelitiannya,” kata Ilham. Sama halnya dengan microwave, toscape juga dihubungkan dengan listrik untuk bisa menjalankan fungsinya.

Jika fungsi microwave adalah untuk memanaskan makanan, lain halnya dengan toscape yang berfungsi mempercepat fermentasi tape ketan maupun singkong.

“Jika proses fermentasi tape dengan cara biasa memakan waktu 2-3 hari, dengan toscape, proses fermentasi tape cuma memakan waktu kurang dari lima menit,” jelas Aziz.

Sebelum dimasukkan ke toscape, proses pembuatan tape sama pada umumnya. Pertama, kupas dan potong singkong sesuai keinginan. Kedua, cuci hingga bersih singkong yang sudah dipotong tersebut. Ketiga, tunggu singkong kering dan panaskan air hingga mendidih. Keempat, setelah mendidih, masukkan singkong lalu kukus hingga matang.

Kelima, setelah matang angkat singkong dan taburi ragi yang telah dihaluskan dengan mengunakan saringan, singkong kemudian ditutup dengan daun pisang. Langkah terakhir, singkong yang ditutup dengan daun pisang itu dimasukkan ke toscape.

Tunggu kira-kira tiga menit, sampai suhu di termostat digital menunjukkan suhu 38 derajat celcius. “Tape singkong sudah jadi, sangat cepat dan tidak perlu menunggu berhari-hari agar berubah menjadi tape,” ungkap Ilham.

Ide awal dibuatnya alat ini dikarenakan proses fermentasi tape yang membutuhkan waktu berhari-hari. “Apalagi saya penggemar tape, jadi tinggal masukkan ke toscape, tiga menit jadi,” imbuh Ilham.

Toscape ini bahkan mendapat sambutan dan mencuri perhatian Kepala Dinas PMP-KUKM, Pebrialin waktu diperagakan saat lomba Teknologi Tepat Guna beberapa waktu lalu. “Alhamdulillah, kita dapat juara tiga,” timpal Aziz.

Kedepannya mereka berdua ingin mengembangkan alat yang tidak hanya mempercepat fermentasi tape, tapi juga tempe dan nata de coco. “Kami berharap alat ini bisa berguna untuk masyarakat, cara pembuatannya juga cukup mudah,” tutup Aziz yang diamini Ilham. (Octo Zainul Ahmad)

Respon Anda?

komentar