Tahanan Kasus Narkoba Meregang Nyawa di Sel Rutan

877
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Budi Yanto (21), tahanan kasus narkoba yang sedang mendekam di sel Rumah Tahanan (Rutan) Batam, meregang nyawa sekitar 10 hari yang lalu.

Belum diketahui penyebab pasti meninggalnya Budi Yanto ini apakah karena sakit atau karena penganiayaan yang dialaminya.

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Helmy Santika mengungkapkan jika pihaknya belum menerima laporan dan baru mengetahui hari ini jika ada salah satu tahanan di Rutan yang meninggal dunia dari awak media.

“Kejadiannya itu sudah sepuluh hari yang lalu, kami baru mengetahui dari rekan-rekan media,” ungkapnya, Selasa (2/8).

Setelah mengetahui adanya informasi ini, Helmy langsung memerintahkan kepada anggotanya melakukan interogasi terhadap dokter RSUD Embung Fatimah yang menangani Budi Yanto pada saat itu.

“Dari informasi dia dibawa ke RS dalam keadaan meninggal. Dibadan ada bekas luka dan cakaran, sayangnya pada saat itu tidak dilakukan otopsi,” lanjutnya.

Selain melakukan introgasi kepada dokter yang menangani Budi Yanto, polisi juga tidak menutup kemungkinan di waktu yang mendatang akan melakukan penggalian kubur untuk dilakukan otopsi.

“Kami akan mencari tau, apakah karena penganiayaan atau sakit. Jika karena sakit, kasus close. Jika karena penganiayaan, kita akan mencari tau siapa yang melakukan,” tambahnya.

Sementara itu, Helmy belum bisa memastikan bekas luka goresan yang terdapat di sekujur badan Budi Yanto.

“Apakah cakaran itu bisa mengakibatkan kematian, dokter nanti yang akan memberikan keterangannya,” pungkasnya. (eggi)

Respon Anda?

komentar