Andi Putra Pimpin Golkar Kuansing

1045
Pesona Indonesia
 ==== === ===== ===== Haris Azhar Kontak Orang Ini Sebelum Fredi Dieksekusi JAKARTA - Koordinator KontraS Haris Azhar berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) berani tampil setelah munculnya testimoni Fredi Budiman tentang dugaan keterlibatan sejumlah pihak. "Jadi menurut saya ini suatu peluang, saya berharap presiden Jokowi berani tampil dengan situasi ini. Aneh juga seorang presiden dengan situasi seperti ini masih diam saja," kata Haris, kepada wartawan di Kantor KontraS, Kramat Raya, Jakarta, Rabu (3/8). Soal curhatan Fredi ini lanjutnya, sebelum eksekusi mati dilakukan, Haris mengaku sudah mengontak juru bicara presiden.  "Saya sudah mengontak juru bicaranya, tapi saat bersamaan ketika saya mengontak diasumsikan pihak Kejaksaan Agung sudah melaporkan ke Presiden," kata dia. Bahkan, menurutnya pelaksanaan eksekusi mati dari 14 menjadi empat orang menurut Haris patut diduga adanya intervensi dari pihak istana.  "Kenapa informasi Fredi Budiman tidak memberikan efek pada Kamis malam itu? Jadi ini pihak istana harus menjawab," pintanya. Saat ini lanjut Haris, masyarakat juga menunggu tindakan tegas presiden terhadap maraknya kejahatan narkoba ini sebab informasi yang sampaikannya sudah menjadi pengetahuan umum di masyarakat.(fas/jpnn) ====   Diwarnai Aksi Demo Tengah berlangsunya pertemuan tertutup Komisi III DPR RI dengan Kapolda Riau, di luar digelar aksi demo oleh tujuh orang yang mengaku dari Gamari.  “Polda Riau sangat gampang mengeluarkan SP3. Kalau tidak ada penjelasan, nanti ada dugaan-dugaan. Jangan sampai kasus SP3 ini atas perintah presiden karena ditekan para pengusaha,” sebut Koordinator Lapangan Khairul Ikhsan Chaniago dalam orasinya.   Khairul merasa kesal atas kebijakan SP3 tersebut. Menurutnya Polri harus dapat menjelaskan kepada masyarakat. ‘’Dampak dari kabut asap mengena seluruh masyarakat. Terutama di Riau, kasusnya sangat luas. Polisi harusnya mempertimbangkan dampak dari kebakaran hutan dan lahan di Riau,’’ lanjut Khairul.   Dengan tindakan ini, menurut Khairul menjadi langkah mundur dalam penegakan hukum pada kasus Karhutla. ‘’Harusnya Polda Riau melimpahkan terlebih dahulu kasus tersebut ke jaksa yang kemudian melanjutkan ke pengadilan. Biar pengadilan yang memutuskan tindakan itu bersalah atau tidak,‘’ saran Khairul.    Menurut Khairul, dalam peristiwa kebakaran tersebut ditemukan adanya unsur kesengajaan yang akhirnya menyeret 15 perusahaan serta 25 orang ke meja hijau.  Sepengetahuannya, polisi menerbitkan SP3 pada Januari 2015 atau 3 bulan setelah penetapan tersangka korporasi.    Adapun 15 perusahaan dimaksud yaitu PT Bina Duta Laksana, PT Perawang Sukses Perkasa Indonesia, PT Ruas Utama Jaya, PT Suntara Gajah Pati, PT Dexter Perkasa Industri, PT Siak Raya Timber, PT Sumatera Riang Lestari, PT Bukit Raya Pelalawan, PT Hutani Sola Lestari, KUD Bina Jaya Langgam dan PT Rimba Lazuardi. Kesemuanya bergerak di hutan tanaman industri.    Sementara perusahaan lainnya yakni PT Parawira, PT Alam Sari Lestari, PT PAN United dan PT Riau Jaya Utama bergerak pada bidang perkebunan. ‘’Kami harap SP3 tersebut dicabut,’’ harap Khairul.(pmx/ray/jpnn) ===== Angota Dewan Pencuri Jarum Suntik Minta Direhab LAMPUNG - Mantan anggota DPRD Bandarlampung, Nizar Romas yang menjadi tersangka pencurian alat suntik dan obat-obatan di RSUDAM Bandarlampung akhirnya meminta direhabilitasi. “Memang ada keinginan dari penasehat hukum untuk dilakukan rehabilitasi, namun saat ini masih kita lakukan koordinasi kepada pihak terkait,” ujar Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung Kompol Dery Agung Wijaya, seperti diberitakan Radar Lampung (Jawa Pos Group), hari ini (3/8). Dery mengatakan tengah mempelajari permintaan Sopian Sitepu selaku penasehat hukum yang mengajukan rehabilitasi untuk Nizar Romas. Sampai saat ini Nizar masih berada di Rumah Tahanan (Rutan) Polresta.  “Tersangka masih di dalam penjara, dan saat ini pasal 363 KUHPidana dan 362 KUHPidana masih kita kedepankan,” ujar Dery. Ketika ditanyai mengenai hasil tes urine yang menunjukan positif bahwa Nizar menggunakan narkoba, Dery menuturkan Nizar tidak dikenakan pasal.  “Kan dia (Nizar) tidak membawa, hanya dia positif menggunakan saja,” tutur Dery. Mengenai AI, yang selama ini menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) sudah dilakukan pemanggilan. Namun, rekan Nizar itu mangkir tak memenuhi panggilan. “Kita sudah melakukan pemanggilan sebanyak dua kali, namun yang bersangkutan tidak hadir. Sampai saat ini kita sudah melakukan upaya untuk membawa yang bersangkutan ke Mapolresta Bandarlampung. (cw11/adi/ray/jpnn) === Ketua DPD II Golkar Kuansing yang baru Andi Putra bersalaman dengan Ketua Panitia Musda IV Golkar Kuansing Sastra Febriawan, usai menerima bendera Golkar setelah terpilih aklamasi untuk memimpin Golkar Kuansing hingga 2020 mendatang, di Sekretariat Golkar Kuansing, Selasa (2/8). Foto: Riau Pos/jpg
Ketua DPD II Golkar Kuansing yang baru Andi Putra bersalaman dengan Ketua Panitia Musda IV Golkar Kuansing Sastra Febriawan, usai menerima bendera Golkar setelah terpilih aklamasi untuk memimpin Golkar Kuansing hingga 2020 mendatang, di Sekretariat Golkar Kuansing, Selasa (2/8). Foto: Riau Pos/jpg

batampos.co.id – Musyawarah Daerah (Musda) ke-IV DPD II Golkar Kabupaten Kuantan Singingi berakhir, Selasa (2/8) kemarin. Kaderisasi telah berjalan.

Akhirnya, Andi Putra SH melanjutkan ”tongkat” Golkar Kuansing menggantikan H Sukarmis yang nota benenya adalah orang tuanya sebagai Ketua DPD II Golkar Kuansing periode 2016-2020. Mengingat H Sukarmis yang sudah dua periode memimpin Golkar di negeri jalur ini.

Andi Putra melanjutkan Regenerasi kepemimpinan di tubuh Golkar Kuansing merupakan wujud partai berlambang pohon Beringin itu untuk berjaya di setiap pemilu. Secara aklamasi, seluruh Pengurus Kecamatan (PK) Golkar, organisasi sayap, DPD II Golkar Kuansing dan DPD I Golkar Riau memberikan dukungan penuh kepada Ketua DPRD Kuansing itu untuk memimpin Golkar 4 tahun ke depan.

Musda ke-IV yang dibuka langsung Ketua DPD I Golkar Riau, H Arsyajuliandi Rahman, Selasa (2/8) malam dihadiri pula Politisi senior Golkar H Sukarmis yang merupakan mantan Bupati Kuansing 2 periode dan Ketua DPD Golkar Kuansing. Kemudian, hadir pula politisi senior lainnya seperti H Ruspan Aman dan anggota DPRD Riau asal Kuansing Hj Supriati beserta ratusan kader Golkar se-Kuansing yang memadati lokasi musda di Sekretariat DPD II Golkar Kuansing, Beringin Telukkuantan.

Andi Putra, politisi muda yang meraih suara melebih BPP pada Pemilu 2014 lalu itu mendapat support dari DPD I Golkar Riau dan DPD II Golkar Kuansing. Sehingga sinyal bakal terpilihnya Andi Putra sudah terlihat saat mantan Ketua DPD II Partai Golkar Kuansing, H Sukarmis memberi sinyal tidak maju lagi menjadi pemimpin di Golkar Kuansing.

Dalam sambutannya, Ketua DPD II Golkar Kuansing yang baru, Andi Putra SH berharap dukungan semua kader dan simpatisan serta dukungan masyarakat dalam mengemban amanah ini. “Terima kasih atas dukungan semuanya. Sekarang, mari bersama-sama kita menjaga kekompakkan sesama pengurus Golkar agar semakin solid kedepannya,” katanya seperti dikutip dari Riau Pos (Jawa Pos Group).

Sementara, Ketua DPD I Golkar Riau, H Arsyajuliandi Rachman berharap Ketua Golkar Kuansing yang baru segera melakukan konsolidasi, memperkuat jaringan kader dan basis massa. Ia juga mendukung tampilnya kaum muda mengelola partai.

Oleh karena itu, pegurus baru nantinya diharapkan Gubernur Riau itu mampu menarik massa dari kalangan muda sebanyak-banyak untuk menambah jumlah pendukung disamping pemilih dan simpatisan setia Golkar selama ini.

Andi Rachman juga mengucapkan terimkasih kepada Sukarmis atas dedikasi dan pengabdian terhadap Golkar selama ini. “Beiau telah menyumbangkan waktu, tenaga, materi untuk kebesaran Golkar di Kuansing. Ini tidak akan dilupakan Partai Golkar,” katanya.

“Sudah saatnya Golkar Kuansing dipimpin kalangan muda yang enerjik dan mampu beradaptasi dengan kondisi kekinian,” tambah mantan Bupati Kuansing dua periode, H Sukarmis. Apalagi, katanya, tantangan membesarkan partai kedepan semakin besar. Selain pemikiran, diakuinya, strategi juga stamina yang tinggi sangat dibutuhkan.(jpg)

Respon Anda?

komentar