Beras Berdebu dan Banyak Kutu, Warga Bintan Kembalikan Raskin

331
Pesona Indonesia
Pegawai menunjukkan raskin berkualitas buruk dan tak layak dikonsumsi yang dikembalikan oleh warga Kampung Lingkar Wacopek di Gudang Penyimpanan Raskin, Kantor Lurah Gunung Lengkuas, Selasa (2/8). foto:harry/batampos
Pegawai menunjukkan raskin berkualitas buruk dan tak layak dikonsumsi yang dikembalikan oleh warga Kampung Lingkar Wacopek di Gudang Penyimpanan Raskin, Kantor Lurah Gunung Lengkuas, Selasa (2/8). foto:harry/batampos

batampos.co.id – Puluhan warga Kampung Lingkar Wacopek, Batu 20, mendatangi Kantor Kelurahan Gunung Lengkuas untuk menuntut pengembalian dana pembelian beras bagi masyarakat miskin (raskin), Selasa (2/8). Karena raskin yang dibeli oleh warga sebesar Rp 1.600 per Kilogram (Kg) itu kualitasnya sangat buruk dan tidak layak dikonsumsi.

“Beras yang kita beli banyak kutunya dan berdebu. Bahkan ketika dimasak warnanya merah kehitam-hitaman. Sehingga tak layak untuk kita konsumsi,” ujar Rusdi, salah satu warga setempat yang mengembalikan raskin ke Kantor Kelurahan Gunung Lengkuas.

Bukan hanya dia saja yang mengembalikan raskin itu. Melainkan hampir seluruh warga di Kelurahan Gunung Lengkuas yang mendapatkannya juga ikut mengembalikan raskin serta meminta uang pembeliannya kembali. Dikawatirkan jika raskin itu tetap dikonsumsi, konsumennya akan mengalami beragam penyakit. Sebab kondisi raskin itu sudah buruk baik dari segi bentuk, warnanya, maupun aromanya.

“Sebenarnya pihak kelurahan juga harus jeli dengan raskin yang dipasoki oleh Badan Urusan Logistik (Bulog). Karena yang merasa dirugikan itu warganya sendiri juga. Emang siapa yang mau tanggungjawab jika warga sakit,” katanya.

Lurah Gunung Lengkuas, Ivan Golar Ryadi berdalih jika permasalahan ini bukan disebabkan oleh kesalahan maupun kelalaian pihak kelurahan melainkan tanggungjawab penuh dari Bulog. Sebab yang mendistribusikan raskin itu kewenangan dari Bulog sedangkan pihak kelurahan hanya sebatas tempat penyaluran dan penjualan raskin kepada warga yang terdata sebagai Rumah Tangga Miskin (RTM).

“Kita hanya salurkan atau menjual raskin kepada 168 RTM. Terkait kualitas beras bukan kewenangan kita, tanyakan saja sama Bulog,” sebutnya.

Raskin yang didistribusikan Bulog kepada kelurahan ini tiap bulannya sebanyak 224 karung dengan rincian perkarungnya untuk raskin yang dialokasikan dari APBN sebanyak 15 Kg dan dari APBD Bintan sebanyak 5 Kg. Jadi masing-masing RTM mendapatkan kapasitas untuk pembelian raskin sebanyak 20 Kg perbulannya.

Karena sudah tiga bulan raskin tak didistribusikan, lanjutnya, Bulog merapelnya dengan mendistribusikan secara langsung sebanyak 672 karung. Raskin rapelan ini yang disalurkan oleh pihak kelurahan ke 168 RTM yang berada di 19 RT dari 4 RW.

“Tak mungkin raskin itu kita cek satu persatu. Jadi kita serahkan semuanya kepada masing-masing RT. Kita juga sudah menyarankan agar raskin yang bermasalah dikembalikan langsung ke kelurahan dan akan diganti dengan yang baru oleh Bulog,” ucapnya.

Sementara Petugas Bulog Tanjungpinang, Sudirman mengaku tidak mengetahui penyebab buruknya kualitas raskin yang didistribusikan. Namun ia berjanji akan menggantikan raskin yang tak layak dikonsumsi itu dengan yang baru.

“Maaf pak saya tak bisa jawab penyebab kualitas raskin itu buruk. Kalau mau ke kantor saja bisa kita bicarakan. Saya janji pak untuk menggantinya dengan yang baru,” janjinya.

Terpisah, Anggota DPRD Bintan, Hasriawadi mengaku sangat kesal dengan kinerja Kantor Bulog Tanjungpinang. Pasalnya, raskin yang didistribusikan di wilayah Kecamatan Bintan Timur kualitasnya buruk sehingga tak layak dikonsumsi oleh warga.

“Kami dapat laporan dari warga yang berada di Kelurahan Gunung lengkuas dan Sei Lekop. Mereka mengeluhkan kualitas raskin yang dijual sangat buruk baik dari Kondisinya maupun aromanya,” akunya.

Politisi Partai Golkar dari Komisi II ini menegaskan kepada Bulog agar mendistribusikan raskin kepada warga kurang mampu dengan kualitas yang baik. Begitu juga dengan pihak desa maupun kelurahan yang dijadikan sebagai lokasi penyaluran agar lebih teliti dengan raskin yang didistribusikan.

“Jangan sampai berasnya berkutu dan berdebu kayak gini lagi. Macam mana mau dimasak dan dikonsumsi kalau kondisinya saja sudah tak layak. Kalau masih distribusikan beras seperti ini, kita akan bertandang ke Bulog dan buat perhitungan. Karena yang dirugikan selama ini warga bukan Bulog,” ungkap anggota legislasi DPRD Bintan ini. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar