ConocoPhillips Pastikan Tak Ada PHK di Kepri

593
Pesona Indonesia

gasconocobatampos.co.id – Jatuhnya harga minyak mentah dunia memaksa para kontraktor migas harus mengencangkan ikat pinggang. Tak terkecuali ConocoPhillips Indonesia. Perusahaan asal Amerika Serikat itu memilih langkah penghematan guna menghindari pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawannya.

Vice President Development and Relations ConocoPhillips Indonesia (COPI), Joang Laksanto, mengatakan lesunya industri migas saat ini memang membawa sejumlah konsekuensi. Salah satunya pengurangan pekerja atau PHK. Namun pihaknya berupaya agar hal itu tak terjadi, khususnya di wilayah kerja ConocoPhillips di Kepri.

“Sejauh ini kami belum ada rencana pengurangan karyawan,” kata Joang saat di Batam, Senin (1/8).

Namun, kata Joang, pihaknya lebih memilih langkah efisiensi di internal perusahaan. Misalnya, penggunaan kapal logistik dibatasi untuk hal-hal yang memang bersifat sangat penting.

“Demikian juga dengan penggunaan pesawat operasional. Kami harus benar-benar menghitung efisiensinya,” kata dia.

Meski harga minya mentah masih sangat rendah, yakni di kisaran 40 sampai 45 dolar AS per barel, tak membuat COPI mengurangi atau menurunkan target produksi.

“Produksi tetap. Tidak ada pengurangan,” katanya.

Joang menjelaskan, untuk daerah operasional di Kepri, saat ini COPI beroperasi di Blok B South Natuna Sea. Namun secara administrasi, lokasi pengeboran minyak lepas pantai ini masuk wilayah Kabupaten Kepulauan Anambas. Dan logistic base ConocoPhillips berada di Kecamatan Palmatak, Anambas.

Dia berharap, harga minyak mentah dunia kembali pulih. Sehingga industri migas, khususnya di Indonesia, kembali bergairah dan mampu memberikan efek positif bagi perekonomian dalam negeri.

“Tapi memang, secara global sampai saat ini belum ada tanda-tanda akan ada kenaikan (harga),” katanya.

Disinggung mengenai proses pelepasan saham di Blok B South Natuna Sea, Joang mengatakan saat ini masih dalam proses lelang. Menurut dia, saat ini sejumlah pihak sudah mengajukan proposal untuk membeli sebagian saham di blok tersebut. Sayangnya, Joang enggan merinci.

“Ada lah,” katanya sambil tersenyum. (she/bpos)

Respon Anda?

komentar