Hindari Konflik, FKUB Sepakat Ciptakan Damai di Bumi Berazam

244
Pesona Indonesia
Wakil Bupati Karimun, Anwar Hasyim memimpin rapat bersama FKUB dalam upaya menjaga kerukunan umat beragama di Bumi Berazam, kemarin. foto:ichwanul/batampos
Wakil Bupati Karimun, Anwar Hasyim memimpin rapat bersama FKUB dalam upaya menjaga kerukunan umat beragama di Bumi Berazam, kemarin. foto:ichwanul/batampos

batampos.co.id – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Karimun, menandatangani kesepakatan ciptakan damai di Bumi Berazam, Selasa (2/8). Kesepakatan untuk memperkuat silaturahmi, dan membuka komunikasi ini, dengan harapan perpecahan antarsuku dapat terhindarkan di Kabupaten Karimun.

Ada lima poin kesepakatan yang ditandatangi majelis agama se Kabupaten Karimun. Yakni, senantiasa memelihara kerukunan, keharmonisan, dan kesetiakawanan, kebersamaan, kesatuan, dan persatuan di wilayah Kabupaten Karimun. Kedua, tidak terpengaruh dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi, baik nasional maupun internasional, yang bersentuhan dengan terganggunya kerukunan di Kabupaten Karimun.

Kemudian mempedomani peraturan bersama Menteri Nomor 9 dan 8 tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dalam pemeliharaan kerukunan hidup beragama, pemberdayaan FKUB dan pendirian rumah ibadah.

Keempat, sepakat mengedepankan upaya musyawarah, dan mufakat dalam penyelesaian permasalahan kerukunan umat beragama, dengan tetap menjunjung tinggi norma dan aturan hukum yang berlaku. Kelima, sepakat bersama pemerintah dalam menjaga kerukunan umat beragama.

Rapat dipimpin Wakil Bupati Karimun, Anwar Hasyim. Turut hadir, Kapolres Karimun AKBP Armaini SIK, Dandim 0317 I.G Kartasuyasa, Kemenag yang diwakili Jamzuri, dan sejumlah perwakilan tokoh agama yang tergabung dalam Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB).

Pada kesempatan itu, Anwar Hasyim mengharapkan peran aktif FKUB untuk melakukan langkah komunikasi jika mendeteksi adanya permasalahan yang dinilai dapat mengganggu kestabilan kerukunan umat. “Sekecil apapun kita harapkan permasalahan dapat dideteksi lebih dini. Sehingga tidak menjadi besar, dan berujung pada terganggunya iklim yang tidak kondusif di Kabupaten Karimun,” papar Anwar.

Sementara Kapolres AKBP Armaini mengapresiasi gerak cepat yang dilakukan FKUB. Selain kian mempererat silahturrahmi, melalui pertemuan ini dapat membuka jalan untuk menjalin komunikasi bersama.

“Kita harus quick respon. Untuk itu kita harus saling kenal, dan bukan hanya kenal begitu saja, tapi kenal sebaik-baiknya. Sehingga permasalahan sekecil apapun dapat terdeteksi dengan cepat, dan akhirnya kita bisa merespon dengan cepat,” papar Armaini.

Armaini pun mengharapkan apapun yang didapati masyarakat agar tidak langsung ditanggapi langsung. Sebaliknya, semua informasi sekecil apapun yang bersifat provokatif agar dicerna terlebih dahulu, dan digali kebenarannya.

“Apapun informasi yang didapati yang dapat mengarah ke provokatif agar di chek dulu kebenarannya. Kemudian di-recheck lagi, kemudian di-croscheck kembali benar atau tidak. Jadi sampai tiga tahapan. Artinya, jangan sampai kita semua terprovokasi,” ingat Kapolres.

Sedangkan Dandim 0317, IG Kartasuyasa menegaskan, kegiatan ini merupakan langkah nyata agar kejadian di Sumatera Utara tidak terjadi di Kabupaten Karimun. “Mari kita bersama-sama mendeteksi dini dan mengambil langkah awal agar Kabupaten Karimunt tetap Kondusif,” ucapnya singkat. (enl/bpos)

Respon Anda?

komentar