IOM Hentikan Bantuan untuk para Pengungsi, Bagaimana Pengungsi yang Ada di Batam?

2407
Pesona Indonesia
Para imigran pencari suaka saat ditampung di Hotel Kolekta, Baloi. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Para imigran pencari suaka saat ditampung di Hotel Kolekta, Baloi. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) telah menghentikan bantuan bagi para pengungsi atau pencari suaka. Ketua DPRD Batam Nuryanto meminta Pemerintah Kota Batam segera menggelar rapat Muspida untuk mencari solusi bagi para pencari suaka tersebut.

“Kalau badan itu tidak bertanggung-jawab, siapa lagi yang mau bertanggung-jawab?” kata pria yang akrab disapa Cak Nur itu.

Cak Nur mengatakan kabar IOM tidak lagi memberikan bantuan itu datang dari imigrasi. Pihak imigrasi menyampaikannya melalui surat. Surat itu diberikan sejak dua minggu lalu.

Batam, menurut Cak Nur, seharusnya bukan menjadi kota tujuan para pencari suaka atau pengungsi. Sebab, pemerintah pusat pun tak pernah memasukkan nama Batam sebagai kota tujuan para imigran. Para imigran itu mulai membanjiri Batam sejak tahu teman-temannya mendapatkan respon baik dari pemerintah Batam.

Mereka ditempatkan di Ruang Detensi Imigrasi Sekupang dan Hotel Kolekta. Sebagian lagi, yang baru datang, masih menetap di Taman Aspirasi hingga saat ini. Masyarakat Batam banyak memberikan bantuan untuk para pengungsi tersebut.

“Ini harus ada kebijakan dari pemerintah. Mereka harus di-stop. Jangan ada lagi,” katanya. (ceu)

Respon Anda?

komentar