Jangan Sampai Ada Gejolak di Tanjungpinang

303
Pesona Indonesia
 Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul. foto:yusnadi/batampos
Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul. foto:yusnadi/batampos

batampos.co.id – Menanggapi kasus kerusuhan yang berujung isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) di Tanjung Balai, Sumatera Utara, Ketua Dewan Masjid Tanjungpinang, Syahrul, berharap masyarakat Kota Tanjungpinang selalu menjalin kebersamaan hingga toleransi antarkelompok terjaga sehingga tetap kondusif.

“Kita harus sama-sama menjaga, baik umat muslim maupun agama lainnya,” imbau Syahrul yang juga Wakil Walikota Tanjungpinang, di asrama haji, Selasa (2/8).

Dijelaskan Syarul, jika ada masyarakat yang merasa terganggu dengan pengeras suara masjid, agar disampaikan secara arif dan bijaksana ke pemerintah, Kemenag, atau kepada RT dan RW setempat.

“Kalau merasa terganggu, lebih baik disampaikan dengan bijak dan sopan,” ungkap Syahrul.

Menurutnya terkait kegiatan tilawah dengan kaset atau CD menggunakan pengeras suara, idealnya dilakukan lima menit sebelum azan sebagai pertanda bahwa waktu shalat akan segera masuk.

“Biasanya pada saat tadarus ramadan menggunakan pengeras suara, sampai selesai tarawih. Di hari biasa, cukup lima sampai sepuluh menit sebelum azan, kita wajib menghargai ada penganut agama lain yang tinggal di sekeliling kita,” tambahnya. (cr21/bpos)

Respon Anda?

komentar