Kecelakaan Maut di Pelantar Tarempa, Satu Tewas

640
Pesona Indonesia
Ilustrasi. Foto: pixabay
Ilustrasi. Foto: pixabay

batampos.co.id – Pelantar semen Panjang (SP) Tarempa terus memakan korban. Pada hari Selasa (2/8) sekitar pukul 02.15 dini hari terjadi kecelakaan maut di pelantar itu yang memakan dua korban. Sebelumnya sekitar satu bulan yang lalu, terjadi kecelakaan di pelantar beton itu yang mengakibatkan satu korban meninggal.

Basuki (25) satu diantaranya korban tewas ditempat Kejadian Perkara (TKP), Selasa (2/8). Meski tewas ditempat, tubuh korban tidak mengalami luka luar sedikitpun. Bahkan baju yang dikenakan korban juga masih utuh. Sementara itu korban lainnya Herman hingga kini masih dalam kondisi kritis sehingga harus dilarikan ke Rumah Sakil Lapangan Palmatak untuk dirawat lebih intensif. Herman mengalami luka patah kaki bagian kiri dan diduga mengalami luka dalam sehingga hingga Selasa (2/8) sore belum sadarkan diri.

Belum diketahui apa penyebab kecelakaan terjadi karena karena tidak ada satu pun saksi yang melihat kejadian itu. Saat ini pihak polisi masih menjalankan proses olah TKP. Namun dugaan sementara dari kepolisian bahwasanya kecelakaan itu murni kecelakaan tunggal.

Kasat Lantas Polres Natuna AKP Awang Rimba P. melalui anggota BKO satlantas Polres Natuna Brigadir Andi Agustian, mengatakan, korban mengendarai motor Jupiter warna hitam tanpa nomor polisi dari arah Tarempa menuju Antang. Pada saat melintasi tikungan di ujung pelantar, keduanya terlalu ke kiri sehingga menabrak trotoar dan pagar pelantar SP sehingga jatuh.

Pada saat jatuh, motornya terpelanting dan berputar arah sebaliknya sehingga kedua korban baik itu Basuki maupun Herman terpental kesebelah kanan pelantar. “Saat itu ada warga Tarempa (Nandan) yang melihat pertama kali. Nandan langsung laporkan kejadian itu ke Puskesmas Tarempa, kemudian korban dijemput dengan ambulan dan dibawa ke Puskesmas Tarempa,” jelasnya kepada wartawan Selasa (2/8) siang.

Diakuinya bahwasanya di ujung pelantar itu ada pengkolan yang lumayan tajam sehingga bagi pengendara harus berhati-hati ketika melintasi jalan itu. Apalagi dasar pelantar itu juga bukan dari aspal tapi dari beton sehingga ban sepeda motor tidak terlalu menggigit.

“Ini merupakan human error, jadi bagi siapa saja yang melintasi jalan itu hendaknya berhati-hati dan mengenakan helm ketika berkendara supaya mengurangi resiko kecelakaan lalulintas,” tutupnya.

Pantauan dilapangan, motor korban sudah diamankan di mapolsek Siantan. Motor itu dalam kondisi rusak parah khususnya bagian kepala motor. Lampu dan speedometer motor sudah ringsek. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar