Mahasiswa Unjuk Rasa di PN Tanjungpinang

903
Pesona Indonesia
Polisi berjaga di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, usai kericuhan saat sidang kasus penyelundupan dimulai. Foto: Osias De / Batampos
Polisi berjaga di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, usai kericuhan saat sidang kasus penyelundupan dimulai. Foto: Osias De / Batampos

batampos.co.id – Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Demokrasi Mahasiswa (FDM), Gerakan Aktifis (Gravis) Kepri dan Gerakan Pemuda Daerah di wilayah Provinsi Kepri, menggelar unjuk rasa di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Selasa (2/8).

Aksi yang mereka lakukan tersebut terkait penangkapan kapal KM Kharisma Indah dan KM Kawal Bahari yang ditangkap tim WFQR Lantamal IV Tanjungpinang, karena menyelundupkan minuman keras dan sembako. Selain itu, aksi itu juga dilakukan karena adanya preman yang menghalangi tugas jurnalis yang meliput sidang kasus penyelundupan tersebut.

”Kami lihat dari kasus ini ada beberapa pasal yang bisa dijeratkan kepada mafia penyelundupan itu. Namun, yang naik dari dakwaan jaksa yaitu melanggar undang-undang pelayaran pasal 285 dengan satu tahun penjara atau denda 200 juta,” ujar Alamudin Hamapu, salah seorang kordinator aksi saat menyampaikan orasinya.

Dikatakan Alamudin, pihak Kejati Kepri diduga sengaja menghilangkan pelanggaran terhadap kedua kapal. Sehingga dalam dakwaannya hanya pelanggaran di undang-undang pelayaran.

”Kasus ini menjadi sorotan masyarakat. Ditambah Kejati Kepri juga diduga turut bermain sehingga salah satu kapal yakni KM Kharisma Indah milik Ahang, lepas dengan modus mengajukan peminjaman pakai untuk perbaikan,” kata Alamudin.

Mahasiswa juga menyayangkan adanya tindakan diskriminasi terhadap jurnalis yang melakukan peliputan sidang kasus penyelundupan yang dilakukan preman suruhan Ahang.

”Perbuatan pelarang liputan dalam sidang terbuka oleh sejumlah preman tersebut merupakan perbuatan yang tidak terpuji. Kami minta pelaku penyerangan agar segera ditangkap pihak berwajib,” ucapnya.

Selain itu, pendemo juga meminta kepada tim ahli mengecek dokumen kapal secara faktual. Karena adanya indikasi pemalsuan dokumen surat kapal terkait tonase (GT) kapal. ”Apabila terjadi kecurangan pajak maka yang dirugikan negara,” teriak pendemo.

Setelah beberapa jam melakukan aksi dalam, pihak Pengadilan Negeri Tanjungpinang meminta perwakilan mahasiswa untuk berbicara di dalam ruangan. Namun, permintaan itu terpaksa ditolak karena mereka meminta tidak hanya perwakilan. Tetapi semua yang ikut dalam unjuk rasa tersebut masuk kedalam.

Pantauan dilapangan, dalam aksi tersebut pendemo juga membentang spanduk yang berisi tangkap dan adili mafia penyelundupan, save kebebasan pers, tegakan supermasi hukum, hukum tanpa premanisme tangkap pemukul wartawan dan lain sebagainya. Aksi demo tersebut juga mendapat pengawalan dari pihak Kepolisian yang menurunkan puluhan personil nya.

Masih pantauan dilapangan, disaat mahasiswa menggelar aksi tersebut. sementara sidang terkait perkara penyelundupan miras, sembako dan barang seken, kapal milik Ahang juga berjalan di dalam ruang sidang utama. Sidang yang di pimpin Majelis Hakim Zulfadly tersebut beragenda mendengarkan keterangan terdakwa yakni Nahkoda Kapal Syamsudin dan Asen selaku pengurus kapal KM Kharisma Indah.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar