Perhatian! Info Penting bagi Calon Jemaah Haji Indonesia

385
Pesona Indonesia
Jutaan umat islam dari berbagai negara tawaf di Masjidil Haram, Makkah. Foto; istimewa
Jutaan umat islam dari berbagai negara tawaf di Masjidil Haram, Makkah. Foto; istimewa

batampos.co.id – Harap diperhatikan bagi calon jamaah haji asal Indonesia. Pelaksana kegiatan haji di Arafah, Mina, dan Muzdalifah (Armina) telah mengeluarkan jadwal penting terkait dengan pelaksanaan lempar jumrah.

Dalam jadwal tersebut, ada jam-jam larangan bagi jemaah haji asal Indonesia untuk melakukan lempar jumrah. Pengaturan itu ditujukan untuk kelancaran dan keselamatan selama prosesi lempar jumrah di Mina.

Sesuai dengan jadwal yang dikeluarkan muasasah, jam-jam larangan lempar jumrah itu berbeda-beda setiap hari.

Hari pertama lempar jumrah (10 Zulhijah), jemaah Indonesia dilarang melempar jumrah pagi (pukul 06.00-10.30). Pada hari kedua (11 Zulhijah), jamaah Indonesia dilarang melempar jumrah pada siang hingga petang (14.00-18.00).

Selanjutnya, pada hari ketiga (12 Zulhijah), jemaah Indonesia dilarang melempar jumrah pada siang (10.30-14.00).

Dirjen Pelayanan Haji Luar Negeri Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Sri Ilham Lubis menuturkan, surat jadwal larangan lempar jumrah itu akan disebar ke jajaran Kemenag di provinsi, kabupaten, dan kota, kemudian disosialisasikan ke bimbingan haji, travel haji, dan jamaah haji.

Upaya sosialisasi secara masif itu ditujukan untuk mencegah adanya jemaah yang nekat melanggar jadwal larangan lempar jumrah.

Pengalaman tahun lalu, ada serombongan jemaah yang nekat melanggar jadwal umrah untuk jamaah Indonesia.

Ujungnya, mereka terjebak dalam kecelakaan Mina yang menewaskan lebih dari dua ribu orang.

”Kemenag tentu tidak ingin kasus seperti tahun lalu terulang. Jadi, mohon disiplin,” katanya kemarin (2/8).

Sri juga meminta seluruh petugas, pendamping haji, dan pendamping kloter untuk disiplin mengikuti aturan jadwal itu.

Dia menegaskan, jadwal larangan lempar jumrah pada jam-jam tertentu itu berlaku untuk jamaah di Mina dan Mina Jadid. (jpg)

Respon Anda?

komentar