PLN Kembali Gilir Pemadaman di Lingga

432
Pesona Indonesia
Akibat pemadaman bergilir PLN Daik, jam belajar siswa terpaksa diterangi lampu teplok. foto:hasbi/batampos
Akibat pemadaman bergilir PLN Daik, jam belajar siswa terpaksa diterangi lampu teplok. foto:hasbi/batampos

batampos.co.id – PLN Sub Rayon Daik Lingga kembali lakukan pemadaman bergilir. Hal ini bahkan terjadi hampir setiap bulan sejak awal tahun 2016. Buruknya pelayanan PLN menjadi keluhan warga karena alat elektronik warga banyak yang rusak.

Pantauan dilapangan, sejak Sabtu (31/7) kemarin, PLN menjadwal pemadaman bergilir. Sejumlah kampung menerima giliran pemadaman dari pukul 05.30 WIB hingga pukul 12.30 WIB. Hingga kini belum diketahui kapan PLN akan kembali normal.

“Teruk betul pelayanan PLN, setiap bulan tak pernah full pelayanan, pasti ada saja pemadaman bergilir dan mati tiba-tiba. Alat elektronik di rumah jadi korban,” ungkap Ali, warga Daik, Selasa (2/8).

Dikatakan Ali, sejak awal tahun 2016 terjadi lebih kurang delapan kali pemadaman bergilir hingga berminggu-minggu. Sejak PLN Sub Rayon Daik melayani seluruh jaringan di tiga kecamatan yakni kecamatan Lingga, Lingga Timur dan sebagian Lingga Utara, kerusakan lebih sering terjadi.

“Kalau memang tidak mampu untuk mengakomodir seluruh wilayah, ya tidak usah dipaksa. Kalau begini jadinya, sama saja bohong,” tutur Ali kecewa akan pelayanan yang semakin memburuk.

Untuk diketahui, kini PLN Sub Rayon Daik melayani hampir seluruh kebutuhan penerangan warga Pulau Lingga. Awalnya, untuk wilayah Desa Kerandin dan sekitarnya dilayanai PLN desa. Begitu juga Desa Limbung dan Kecamatan Lingga Timur di Sungai Pinang.

Namun kini, seluruh kawasan di layani PLN Sub Rayon Daik yang memiliki kapasitas 1,7 Kilowatt. Begitu juga dengan penambahan kouta minyak khusus PLN sub Rayon Daik Lingga.

Meski dikatakan cukup oleh pihak PLN beberapa waktu lalu, namun pada kenyataannya kerusakan dan pemadaman bergilir terus terjadi. Adanyanya pemadaman ini, dengan jumlah kouta minyak solar yang ditambah diduga menjadi celah sejumlah oknum melakukan penyelewengan karena pemadaman yang terjadi setiap bulan.

Sampai berita ini ditulis, pihak PLN belum dapat dikonfirmasi. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar