Polisi Gagalkan Pengiriman 230 Calon TKI Ilegal ke Malaysia

369
Pesona Indonesia
TKI Wanita. Foto: istimewa
TKI Wanita. Foto: istimewa

batampos.co.id – Jajaran Polresta Barelang berhasil mengungkap kasus penyaluran tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal ke luar negeri, Selasa (2/8) malam.

Sebanyak 230 calon TKI ilegal yang kebanyakan dari pulau Jawa dan Madura tersebut diamankan petugas sebelum berangkat bekerja ke Malaysia.

“Tak ada yang suruh. Mau ke Malaysia cari uang makan. Kesini pakai uang sendiri,” tutur Astri, salah seorang TKI ilegal asal Madura.

Wanita 32 tahun tersebut juga mengakui tak memiliki dokumen resmi untuk bekerja di Malaysia. “Tak ada bawa dokumen, syarat pun tak tahu, lah kami tak sekolah. Dijanjiin bekerja, ya kami ikut lah,” sambung Astri.

Eko, calon TKI ilegal asal Surabaya, Jawa Timur mengakui untuk berangkat ke Malaysia, ia diminta untuk membayar uang Rp 3,5 juta. Uang tersebut sudah termasuk ongkos dari Surabaya dan biaya surat-surat ke Malaysia.

“Mau kerja di perkebunan sawit mas. Saya tak tahu juga kapan berangkatnya. Disuruh kumpul di sini, kami ngikut saja,” ujar Eko.

Hal senada juga diungkapkan Randi, warga asal Nusa Tenggara timur. Untuk berangkat ke Batam ia diminta mengeluarkan uang sebesar Rp 10 juta. Uang tersebut diminta agen sehari sebelum berangkat ke Batam. “Kami bertiga, diminta bayar Rp 10 juta, kalau surat-surat mereka yang ngurus nantinya,” bebernya.

Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Memo Adrian mengatakan, penangkapan calon TKI yang diduga ilegal ini bermula dari laporan unit Laka Lantas Polsek Batamkota yang curiga melihat mobil carry membawa puluhan orang melebihi kapasitas. Saat dibuntuti, mobil tersebut berhenti di Ruko Taman Lakota Blok E No 3, Batamcentre.

“Saat dicek, ternyata ada penampungan TKI. Unit satlantas langsung konfirmasi ke polsek, dan kapolsek batamkota langsung memberitahu kita, saat turun dan menemukan 230 orang calon TKI yang diduga ilegal,” ujar Memo.

Menurut Memo, sebagian besar calon TKI tersebut berasal dari daerah Jawa dan Madura. Hingga saat ini, polisi masih belum menyimpulkan pengiriman TKI ilegal tersebut.

“Langkah awal kita amankan ke polres, untuk mencari tahu siapa yang membawa dan sponsor mereka ke Malaysia,” sambung Memo.

Terkait jumlah TKI yang tergolong banyak ini, Memo mengaku akan berkordinasi dengan BNP4TKI. “Jumlah yang sangat besar, kita akan kordinasikan dengan BNP4TKI,” pungkasnya. (rng)

Respon Anda?

komentar