Tabrak Karang, KM Lawit Kandas di Perairan Tanjung Ayam

1059
Pesona Indonesia
 Anggota Posal Tambelan menumpangi kapal patrolinya menuju KM Lawit yang kandas di Perairan Pulau Tanjung Ayam, Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan, Selasa (2/8). foto:istimewa
Anggota Posal Tambelan menumpangi kapal patrolinya menuju KM Lawit yang kandas di Perairan Pulau Tanjung Ayam, Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan, Selasa (2/8). foto:istimewa

batampos.co.id – Kapal Motor (KM) Lawit yang melayani keberangkatan penumpang dengan rute pulau-pulau di Provinsi Kepri kandas di Perairan Pulau Tanjung Ayam, Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan, Selasa (2/8) sekitar pukul 2.00 WIB. Kandasnya kapal perintis yang dikelola PT Pelayaran Indonesia (Pelni) itu akibat menabrak terumbu karang ketika sedang berputar haluan dari Pelabuhan Tambelan menuju Serasan, Kabupaten Natuna.

“KM Lawit tertabrak karang ketika hendak putar haluan di depan Pulau Tanjung Ayam. Akibatnya, kapal yang membawa ribuan penumpang itu kandas. Tapi tidak ada korban jiwa dalam insiden itu,” ujar Kapolsek Tambelan, Ipda Sopan ketika dikonfirmasi, Selasa (2/8).
Mendapati laporan KM Lawit kandas, lanjutnya, ia bersama Anggota Angkatan Laut (AL) yang berjaga di Posal Tambelan dan Syahbandar Sintete, Provinsi Kalimantan, langsung mendatangi lokasi kejadian. Sesampainya di sana, mereka berdiskusi bersama untuk mencari solusi mengeluarkan atau menarik kapal perintis itu dari kawasan terumbu karang.
Disepakati, kata Sopan, KM Lawit ditarik dari kawasan terumbu karang dengan menggunakan seluruh kapal yang berada di Kecamatan Tambelan. Usaha penarikan kapal penumpang yang melibatkan puluhan kapal ikan akhirnya membuahkan hasil. Sekitar pukul 10.45 WIB, KM Lawit bebas dari jeratan karang dan kembali belayar menuju pulau-pulau yang ada di Provinsi Kepri.
“Usaha penarikan menelan waktu 9 jam. Sekitar pukul 11.00 WIB situasi dan kondisi kembali membaik. Dan akhirnya KM Lawit belayar kembali,” katanya.
Kepala Bidang (Kabid) Operasional PT Pelni Cabang Tanjungpinang, Ismed membantah jika kandasnya KM Lawit itu akibat menabrak terumbu karang. Jika menabrak, kata dia, bisa dipastikan kapal perintis itu mengalami kebocoran dan tenggelam. Namun kenyataannya kapal sudah belayar kembali melayani keberangkatan penumpang ke Pulau Serasan, Kabupaten Natuna.
“Gak mungkin tabrak karang. Kalau tabrak pasti bocor kapalnya dan tenggelam. Nyatanya kapal sudah berlayar kembali kok. Ada-ada sajalah info itu,” katanya sambil tertawa.
Diceritakannya, KM Lawit itu sebelumnya bersandar di Pelabuhan Sribayintan, Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Sabtu (30/7). Lalu, kapal itu melanjutkan pelayarannya menuju Pualu Tambelan. Setelah menurunkan penumpang, kapal kembali belayar dengan tujuan Pulau Serasan, Subi, Midai, Selat Ampa, Tarempa, Letung dan kembali ke Kijang.
Namun ketika hendak berputar haluan di Perairan Tanjung Ayam, lanjutnya, nakhoda terlalu memaksakan apalagi kondisi air laut sedang surut. Sehingga kapal kandas di perairan dangkal. Saat itu juga kapal ditarik dengan bantuan kapal lain dan tiga jam kemudian kapal kembali belayar. Dipastikan kapal tak mengalami rusak sedikitpun bahkan penumpang yang berada di dalam tak mencemaskan insiden itu.
“Gak ada masalah lagi kok. Kalau gak percaya lihat ja kapal itu tiba di Pelabuhan Kijang, Kamis (4/8) mendatang,” ungkapnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar