Baru Uji Coba Dua Hari, Bus Kolong Cina Langsung Diminati Banyak Negara

934
Pesona Indonesia
Uji coba TEB, bus berkolong di Hebei, Tiongkok, Selasa (2/8/2016). Foto: news.cn/xinhua
Uji coba TEB, bus berkolong di Hebei, Tiongkok, Selasa (2/8/2016). Foto: news.cn/xinhua

batampos.co.id – Transit elevated bus (TEB), bus kolong atau “ngangkang” canggih buatan Cina ini menarik minat banyak negara. Padahal, Cina sendiri baru mengujicoba bus ini Selasa (2/8/2016) lalu.

Baca Juga: Buang Bus Bekas ke Indonesia, Cina Luncurkan Bus Canggih, Ini Videonya

Di antara negara yang tertarik antara lain: Brasil, India, Prancis, negara-negara di Timur Tengah, dan masih banyak lagi. Bahkan, Indonesia juga dikabarkan berminat.

TEB memang bukan bus biasa. Badan bus dibuat tinggi, sedangkan kakinya dirancang langsing dan melintasi jalur khusus di kanan-kiri jalan raya.

Keuntungan terbesar dari TEB adalah menghemat banyak ruang di jalan. Dijamin, TEB tidak mengganggu arus lalu lintas karena kolongnya seluas jalan raya.

Bus ini memiliki panjang 22 meter, lebar 7,8 meter, dan tinggi 4,8 meter. Dalam uji coba yang dilakukan di Qinhuangdao City, Provinsi Hebei, Selasa (2/8/2016), TEB berjalan sejauh 300 meter di jalur yang sudah disiapkan.

Yang diuji adalah sistem pengereman, tarikan, serta konsumsi listriknya.

Meski baru uji coba, desain interiornya sudah lengkap. Tempat duduk berjajar di samping maupun di bagian tengah. Jika sudah beroperasi nanti, bus itu mampu membawa 300 penumpang.

“TEB memiliki fungsi seperti kereta bawah tanah, namun biaya konstruksinya kurang dari seperlima dari kereta bawah tanah,’’ terang salah seorang teknisi TEB Bai Zhiming kepada CCTV.

Ide awal pembuatannya dulu adalah untuk mengurangi kemacetan dan polusi. Karena itu, TEB dibuat dengan ukuran besar. Satu TEB bisa menggantikan 40 bus konvensional.

Nah, TEB bisa digandeng hingga empat buah dalam satu rute. Dengan kata lain, sekali jalan bisa membawa hingga 1.200 orang. Bus dengan desain futuristik tersebut diharapkan mampu berjalan dengan kecepatan 60 kilometer per jam. (sha/c19/any/adk/jpnn)

Respon Anda?

komentar