Buruh Migran Ilegal Membludak, Kemenaker Akui Kebobolan

387
Pesona Indonesia
Buruh Tiongkok yang diamankan Mapolda Banten beberapa waktu lalu. (foto:  jpnn)
Buruh Tiongkok yang diamankan Mapolda Banten beberapa waktu lalu. (foto: jpnn)

batampos.co.id – Lemahnya pengawasan dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) tercermin dari mudahnya Tenaga Kerja Asing (TKA) masuk dan bekerja di Indonesia.

Baru-baru ini, puluhan warga negara Republik Rakyat Tiongkok yang bekerja sebagai buruh kasar tanpa surat-surat resmi di Serang, Banten, telah diamankan aparat.

Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan Kemenaker, Maruli Hasiloan Tambunan, mengakui pihaknya telah lalai melakukan kesalahan dalam kasus tersebut.

”Kami akui kami lalai. Mereka (TKA, Red) diperkirakan sudah bekerja selama 1 tahun,” ujar Maruli Hasiloan Tambunan kepada INDOPOS, Rabu (3/8).

Maruli mengatakan, tidak terkontrolnya TKA disebabkan kurangnya tenaga Wasnaker. Untuk itu, tahun ini pihaknya meminta penambahan Wasnaker sebanyak 2.500 orang. Ia menambahkan, secara rasio idealnya seorang Wasnaker membawahi lima perusahaan. Jumlah Wasnaker yang tersedia saat ini baru 1.100 orang.

”Fakta di lapangan, satu orang Wasnaker membawa puluhan hingga ratusan perusahaan. Bagaimana mereka akan melakukan pengawasan?” jelasnya. (jpnn)

Respon Anda?

komentar