Ilham Habibie Siap Geliatkan Lagi Industri Pesawat Dalam Negeri

469
Pesona Indonesia
Ilham Akbar Habibie. (foto: jpnn)
Ilham Akbar Habibie. (foto: jpnn)

batampos.co.id – Setelah sekian lama mati suri, Indonesia akan segera mempunyai industri pesawat sendiri lagi.

Setelah sebelumnya gagal berkembang karena krisis moneter tahun 1998, industri pesawat kini tengah dirintis kembali oleh putra pertama Presiden ke-3 RI BJ Habibie, Ilham Akbar Habibie.

Melalui perusahaan investment-nya, PT Ilthabi Rekatama, Ilham menanamkan modal ke perusahaan pembuat pesawat terbang PT Regio Aviasi Industri (RAI) yang didirikannya bersama BJ Habibie.

Perusahaan tersebut tengah mengembangkan pesawat penumpang bermesin turboprop bernama R-80. Pesawat tersebut merupakan kelanjutan dari cita-cita BJ Habibie untuk mengambangkan pesawat sendiri di Indonesia.

Sebelumnya, di bawah Industri Pesawat Terbang Nurtanio, BJ Habibie pernah mengembangkan pesawat sejenis bernama N-250 atau yang dikenal juga dengan nama Gatot Kaca.

”R-80 ini adalah ide Bapak (BJ Habibie) yang merupakan terusan dari N-250,” kata Ilham kepada wartawan saat ditemui di sela event World Islamic Economic Forum (WIEF) ke-12 di Jakarta kemarin (3/8).

Menurut Ilham, BJ Habibie memang punya keinginan untuk mengembangkan pesawat itu karena ternyata Indonesia memang pasar terbesar untuk pesawat jenis baling-baling.

Sayangnya, tidak satu pun dari pesawat-pesawat itu merupakan karya anak bangsa. Semuanya merupakan pesawat impor yang sebetulnya bisa dibuat sendiri oleh para insinyur di Indonesia.

”Demand di kita, penumpang di kita, airline di kita, tapi produknya bukan dari kita. Padahal kita punya SDM dengan kualitas memadai. Sayang sekali kita tidak jadi tuan rumah di negeri sendiri,” papar Ilham.

Melalui R-80, Ilham optimis bisa mengambil alih pasar pesawat dalam negeri. Ilham makin optimis karena ternyata peminat R-80 tidak sedikit. Sekarang saja, sebanyak 155 unit pesawat sudah dipesan. Padahal, prototipenya saja belum ada.

”Baru akan kita buat prototipenya sebanyak 2-3 tahun depan dan mungkin akan beres pada 2019. Setelah itu flight test baru dikasih ke pelanggan pertama pada 2021,” ungkapnya. (jpg)

Respon Anda?

komentar