Jalur Tikus Jadi Laluan Penyelundupan TKI Secara Ilegal

1060
Pesona Indonesia
TKI bermasalah yang dipulangkan beberapa waktu lalu. foto:yusnadi/batampos
TKI bermasalah yang dipulangkan beberapa waktu lalu. foto:yusnadi/batampos

batampos.co.id – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kepri, Syafri Salisman mengatakan masih banyak jalur tikus di Provinsi Kepri yang dijadikan sebagai laluan untuk penyuludupan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) maupun barang-barang yang terlarang.

“Tidak bisa kita pungkiri masih banyak jalur tikus yang menjadi laluan penyeludupan. Baik itu orang maupun barang,” ujar Syafri Salisman menjawab pertanyaan Batam Pos, Rabu (3/8).

Masih kata Syafri, pihaknya masih terus melakukan pendalaman dilapangan. Apakah disebabkan lemahnya pengawasan atau adanya bekingan-bekingan dari oknum-oknum tertentu. Menurutnya, hal ini menjadi celah bagi masuknya narkoba di Provinsi Kepri.

“Kita lihat sekarang, bahkan ada yang terang-terangan membawa masuk Narkoba lewat pelabuhan resmi. Apalagi pelabuhan tikus yang tidak terkawal,” jelasnya.

Ditegaskannya, tenggelam kapal penyeludup TKI beberapa waktu lalu diperairan Selat Malaka, menjadi perhatian tersendiri bagi pihaknya. Ditegaskannya, kejadian ini juga akan membuat repot pemerintah daerah. Pihaknya juga terus melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian.

“Sudah ada beberapa kasus, TKI kita dijadikan sebagai transporter untuk membawa narkoba masuk ke Kepri. Ini harus kita cegah,” tegasnya.

Ditambahkannya, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Badan Intelejen Daerah (BINDA). Selain itu juga dengan pihak kepolisian dan TNI. Ia juga mengingkatkan, bagi TKI yang ingin bekerja masuklah dengan jalur legal. Sehingga bisa menghidari berbagai resiko yang tidak diinginkan.

“Adanya kejadian-kejadian penyeludupan, kemudian menimbulkan kerugian. Tentu yang kecolongan adalah semua pihak yang bertanggungjawab. Atas dasar ini, kami akan memperkuat sistem informasi dilapangan. Sehingga bisa meminimalisir terjadinya aksi penyeludupan orang maupun barang,” tutupnya.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar