Keyakinan Boleh Berbeda, Kerukunan Harus Dijaga

836
Pesona Indonesia
Kapolda Sumsel Irjen Pol Djoko Prastowo. foto: istimewa
Kapolda Sumsel Irjen Pol Djoko Prastowo. foto: istimewa

batampos.co.id – Konflik antar umat beragama di beberapa wilayah di Indonesia, seperti yang terbaru terjadi di Tanjung Balai, Sumut, menjadi perhatian serius para penegak hukum di Sumsel. Salah satunya dari Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel.

Menurut Kapolda Sumsel Irjen Pol Djoko Prastowo, konflik yang menyangku SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan) tidak boleh terjadi di Sumsel. Suasana kondusif di provinsi seluas 87.017,41 km2 dan berpopulasi 10.675.862 jiwa, harus terus dijaga.

“Tidak boleh anarkis. Jangan mudah terprovokasi oleh siapapun,” kata Djoko, saat coffee morning bersama para pejabat dan tokoh agaman dan masyarakat di gedung Catur Sakti, Mapolda Sumsel, seperti dikutip dari Sumatera Ekspress (Jawa Pos Group), hari ini  (4/8).

Jenderal bintang dua tersebut, mengibaratkan Sumsel sebagai miniatur Indonesia. Menurutnya, semua etnis ada di Sumsel. Termasuk semua tempat ibadah, yaitu masjid, gereja, wihara, dan pura. “Kerukunan antar umat beragama di Sumsel, harus terus dijaga. Itu komitmen kita semua,” tegasnya.

Gubernur Sumsel Alex Noerdin, juga hadir di coffee morning bertajuk “ Kebersamaan dan Kerukunan Umat Beragaman dalam Rangka Menciptakan Situasi Kantibnas yang Kondusif di Sumsel” tersebut. Menurut Alex, di Sumsel belum pernah terjadi konflik seperti itu.

“Insya Allah tidak terjadi. Mari kita semua berdoa bersama-sama agar Sumsel selalu damai,” kata Alex. “Keyakinan boleh berbeda, tapi kerukunan harus dijaga,”lanjutnya.

Suasana kondusif, lanjut Alex, harus terus dijaga. Apalagi pada tahun 2018 mendatang, Sumsel akan menjadi tuan rumah multi event internasional bertajuk “ Asian Games XVIII-2018”. Serta tuan rumah MotoGP dan Formula 2 mulai 2017 dan tahun-tahun selanjutnya.

“Sumsel sudah sering menjadi tuan rumah berbagai event internasional. Itu kepercayaan dunia internasional pada Sumsel. Artinya, Sumsel itu aman dan damai. Kondusifitas inilah yang harus terus kita jaga bersama,”pungkas Alex.

Hadir juga pada coffee morning tersebut Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Sudirman, rektor Universitas Sriwijaya Prof Anis Saggaf, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Prof Sirozi, Wakil Ketua DPRD Sumsel Yansuri. (jpg)

Respon Anda?

komentar