Panitia Harus Profesional, Jangan Ada Modus Penipuan

744
Pesona Indonesia
pilkades bengkulu
Ilustrasi

batampos.co.id – Seleksi calon kepala desa harus dilakukan secara profesional. ‘’Seluruh panitia seleksi diminta menyampingkan urusan pribadi agar pelaksanaan pilkades tak menimbulkan gejolak,’’ ujar Asisten I Pemkab Muratara Riswan Efendi.

Dikatakan, panitia harus tegas. ‘’Kita harap pemilihan bersih, jika mereka tidak melengkapi persyaratan administrasi kita tegaskan mereka gugur dan tidak bisa mengikuti pemilihan,” katanya saat memimpin rapat pemantapan seleksi administrasi pilkades di kantor BPMPD, Muratara, seperti dikutip dari Sumatera Ekspress (Jawa Pos Group), hari ini (4/8).

Persyaratan administrasi sangat penting karena hal ini menyangkut identitas, riwayat pendidikan calon kepala desa, serta domisili calon. “Kami tak ingin ada modus penipuan dengan pemalsuan administrasi,” ujarnya.

Ada beberapa poin yang kerap kali memicu dilema di masyarakat yang mengakibatkan kepercayaan masyarakat minim terhadap pemerintah daerah. Seperti calon kepala desa menggunakan ijazah, KTP, KK palsu lolos tahapan.

“Kenapa orang tak punya ijazah atau pakai identitas palsu bisa lolos seleksi, saya tekankan panitia harus profesional,” pintanya.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Suhardiman menimpali, ada 50 desa dari 7 kecamatan yang akan melakukan pilkades. ‘’Dalam dua hari ini, seluruh calon kades diminta melengkapi persyaratan administrasi. Lalu, tahap selanjutnya tes tertulis dan tes bebas narkotika,” pungkasnya. (jpg)

Respon Anda?

komentar