Pemkot Pangkalpinang Batalkan Kenaikkan NJOP Tahun Ini

854
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Pemkot Pangkalpinang akhirnya membatalkan kenaikkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) di Kota Pangkalpinang ditahun 2016 ini. NJOP yang dipakai saat ini masih sama dengan tahun 2015 lalu.

Sebelumnya diawal tahun 2016, pemkot menaikan NJOP menjadi 300 persen. Hal tersebut sempat menimbulkan komplain dari masyarakat lantaran NJOP dinaikkan disaat perekonomian sedang terpuruk.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pangkalpinang Radmida Dawam menegaskan, pembatalan kenaikkan NJOP ini langsung dilakukan oleh Walikota Pangkalpinang Muhammad Irwansyah yang ditandai dengan Surat Keputusan (SK) pembatalan. Dengan adanya pembatalan ini, katanya, pemkot tetap menggunakan standar NJOP tahun lalu.

“Jadi hari ini (kemarin-red) kita tegaskan NJOP tidak naik, SK sudah ditandatangani oleh Pak Walikota. Jadi kita harap masyarakat tak perlu ribut-ribut lagi,” kata Radmida kepada Babel Pos (Jawa Pos Group), Rabu (3/8) kemarin dikediaman dinas Walikota Pangkalpinang yang didampingi Kabid Pendapatan DPPKAD Kota Pangkalpinang, Fitriyanto.

Dijelaskannya, batalnya kenaikkan NJOP ini dikarenakan kondisi perekonomian masyarakat saat ini yang sedang mengalami penurunan. Sehingga setelah mempertimbangkan hal ini, pihaknya terpaksa menunda kenaikkan NJOP.

“Keputusan ini sebagai bentuk perhatian pemkot kepada masyarakat. Tapi kalau nanti perekonomian masyarakat sudah stabil dan ada peningkatan, kita akan melakukan penyesuaian NJOP lagi. Karena NJOP ini kan salah satu PAD yang kita dapatkan untuk anggaran pembangunan,” jelasnya.

Mantan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB) Kota Pangkalpinang menambahkan bahwa yang mengalami peningkatan hanya pada pajak tower. Untuk itu dia berharap agar saat ini masyarakat tak perlu resah lagi terhadap kenaikkan NJOP tersebut.

“Karena setahu saya hal ini sempat diributkan. Padahal kenaikkan itu dilakukan sudah sesuai dengan aturan dan kondisi yang ada,” katanya.

Senada dengan Sekda, Fitriyanto juga mengakui saat ini kondisi perekonomian masyarakat memang belum stabil. Akan tetapi, jika perekonomian sudah stabil maka NJOP akan dilakukan penyesuaian lagi.

“Jadi yang naik itu cuma untuk tower, karena selama ini banyak tower yang melapor. Makanya mulai saat ini kenaikkan tower akan disesuaikan dengan ketinggian tower itu sendiri,” tegas Dedek demikian ia disapa.

Saat ini, dikatakan Dedek, jumlah tower di Kota Pangkalpinang mencapai 80 unit. Sebelumnya, katanya, tower yang terdata hanya sekitar 30 unit saja.

“Kemarin kita sudah melakukan pemutakhiran data tower. Dan ternyata banyak wajib pajak yang tidak melapor. Makanya setelah kami data, kami konfirmasi lagi ke providernya dan memang tower ini ada yang berada diatas tanah dan diatas gedung,” tandasnya.(jpg)

Respon Anda?

komentar