Sabu 4,2 Kilogram Dalam Kemasan Makanan Kucing

1261
Pesona Indonesia
Kepala BNNP Kepri, Kombes Pol. Drs. Benny Setiawan dan petugas Bea Cukai, BP Batam, Kejaksaan, menunjukkan barang bukti narkoba yang dikemas dalam bungkusan makanan kucing, Kamis (4/8/2016. Foto: eggi/batampos.co.id
Kepala BNNP Kepri, Kombes Pol. Drs. Benny Setiawan (dua dari kiri) dan petugas Bea Cukai, BP Batam, Kejaksaan, menunjukkan barang bukti narkoba yang dikemas dalam bungkus makanan kucing, Kamis (4/8/2016. Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri memusnahkan narkotika jenis sabu sebanyak 475 gram sabu, sekaligus ekpose pengungkapan jaringan narkotika jenis sabu seberat 4,2 kilogram.

Dalam acara pemusnahan barang bukti dan pengungkapan ini, turut dihadiri oleh perwakilan dari Kejari Batam, Kepolisian, BP Batam, Bea dan Cukai Batam.

“Iya. Ini merupakan pengungkapan narkoba dan pemusnahan narkoba yang diungkap BNNP Kepri pada Juli 2016,” ungkap Kepala BNNP Kepri, Kombes Pol. Drs. Benny Setiawan, Kamisbulan, Kamis (4/8/2016).

Dalam kasus pengungkapan jaringan sindikat narkotika jenis sabu ini dilakukan pada 28 Juli 2016 lalu. Dalam pengungkapan ini, bermula dari tertangkapnya kurir yang berinisial R di pinggir jalan di depan mesjid Baiturahman, Sekupang.

Dari tangan R, jajaran Bidang Pemberantasan BNNP Kepri berhasil mengamankan barang bukti sebanyak 4,2 kilogram yang disimpan menjadi 8 bungkus di dalam bungkusan makanan kucing.

Setelah R ditangkap, ia mengaku mendapatkan perintah dari N dan H (warga negara Malaysia) untuk mengambil sabu tersebut dari nelayan yang rencananya akan diantarkan kepada anak buah N di hotel Formosa.

“Tersangka R ini dijanjikan upah sebesar lima ribu ringgit Malaysia,” lanjutnya.

Dari keterangan R tersebut, kemudian petugas langsung melakukan pengintaian ke hotel Formosa untuk melakukan penangkapan terhadap orang yang akan dituju oleh R.

“Sekira pukul 12.00 WIB di dalam kamar nomor 317 hotel Formosa, petugas berhasil menangkap dua warga negara Indonesia berinisial D dan M,” tambahnya.

Kepada petugas, D dan M mengaku bahwa mereka mendapatkan perintah dari O dan W untuk mengambil sabu tersebut dari tersangka R yang akan diserahkan kepada A.

Setelah itu, petugas kembali melakukan pengembangan untuk melakukan penangkapan terhadap A. A berhasil ditangkap oleh petugas BNNP Kepri di dalam kamar kos-kosannya di depan Newton, Nagoya sekitar pukul 13.00 WIB.

Dalam pengakuannya, A diperintahkan oleh O dan W untuk membawa sabu tersebut ke Palembang.

“Saat ini petugas BNNP Kepri masih melakukan pengembangan kasus untuk mengejar DPO yang berinisial O dan W. Kedua DPO ini merupakan pasangan suami istri,” pungkas Benny.

Sementara itu, Kabid Berantas dan Penindakan BNNP Kepri, AKBP Bubung Pramiadi mengungkapkan pemusnahan terhadap barang bukti narkotika jenis sabu ini berasal dari dua kasus yang ditangkap BNNP Kepri pada 29 Juni 2016 lalu.

Barang bukti sabu yang totalnya seberat 512 gram tersebut hanya 475 gram yang dimusnahkan dengan cara dilarutkan ke dalam ember yang berisi air panas. Sementara sisanya seberat 37 gram disisihkan untuk uji laboratorium dan persidangan.

Dalam kasus pertama, sekira pukul 04.00 WIB BNN mengamankan seorang pria yang berinisial R (33) di Kapling Sei Lekop Blok F nomor 13 Kecamatan Sagulung.

“Dari tangan R, kita berhasil mengamankan barang bukti berupa dua bungkus plastik bening yang berisi sabu seberat 106 gram,” ungkap Bubung.

Kasus kedua, dihari yang sama BNN sekira pukul 15.00 WIB BNN kembali berhasil mengamankan seorang pria yang berinisial U (29) di samping Hotel Karimun Hotel, Kabupatan Tanjungbalai.

Dari tangan U, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti sabu seberat 406 gram yang dipaket menjadi 5 bungkus dengan menggunakan plastik bening.

Atas perbuatannya, keenam tersangka dikenakan pasal 114 ayat (2) pasal 112 ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Psikotropika dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup dan hukuman mati. (eggi)

Respon Anda?

komentar