Sering Dimintai Upeti oleh Polair, Nelayan Mengadu ke Kapolres

1206
Pesona Indonesia
Kapolres Bintan, AKBP Febrianto Guntur Sunoto tatap muka dengan muspika, stakeholder, toga, tomas dan toda dalam acara Harkamtibmas untuk menciptakan kesadaran sosial di wilayah hukum bagian timur Bintan di Kedai Kopi Glori, Jalan Barek Motor, Kijang, Kecamatan Bintan Timur, kemarin. foto:harry/batampos
Kapolres Bintan, AKBP Febrianto Guntur Sunoto tatap muka dengan muspika, stakeholder, toga, tomas dan toda dalam acara Harkamtibmas untuk menciptakan kesadaran sosial di wilayah hukum bagian timur Bintan di Kedai Kopi Glori, Jalan Barek Motor, Kijang, Kecamatan Bintan Timur, kemarin. foto:harry/batampos

batampos.co.id – Himpunan Seluruh Nelayan Indonesia (HNSI) Bintan meminta kepada Polres Bintan untuk menindak tegas satuannya, Satpolair yang sering melakukan tindakan kasar kepada nelayan. Karena selama ini Satpolair meminta upeti (uang keamanan) kepada seluruh nelayan yang beraktivitas mencari ikan di perairan Bintan.

“Sebelum melaut nelayan sudah melapor ke Polair. Namun ketika usai melaut dan membawa muatan ikan tangkapan, selalu saja kapal patroli Polair menghadang nelayan. Mereka minta upeti berupa uang dan ikan,” ujar Ketua HSNI Bintan, Baini ketika menyampaikan keluhannya kepada Kapolres Bintan, AKBP Febrianto Guntur Sunoto saat acara Harkamtibmas untuk menciptakan kesadaran sosial di wilayah hukum bagian timur Bintan di Kedai Kopi Glori, Jalan Barek Motor, Kijang, Kecamatan Bintan Timur, kemarin.

Masalah sosial di laut ini, lanjutnya, sudah lama dialami nelayan Bintan. Namun nelayan masih memberikan toleransi kepada Satpolair untuk tidak memberikan perlawanan. Tapi akhi-akhir ini permintaan upeti dari Satpolair sudah diambang batas kewajaran. Sehingga masalah ini menjadi isu besar yang akan dibahas HSNI ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri hingga Pemerintah Pusat.

“Nelayan sudah sulit jangan dipersulit lagi. Jangan lagilah polisi minta-minta. Kalau masih begini terus dan tidak bisa ditangani Polres Bintan. Maka kami akan melaporkannya ke Polda Kepri maupun Mabes Polri,” tegasnya.

Kapolres Bintan, AKBP Febrianto Guntur Sunoto mengaku tidak mengetahui jika ada anggotanya yang melalukan tindakan memalukan seperti itu. Ia berjanji akan menindak tegas apabila mendapati atau mengetahui indetitas oknum tersebut.

“Kita tak boleh menuduh kalau Satpolair suka minta upeti. Karena tak semua anggota yang mau berbuat hal seperti itu. Tapi kalau terbukti akan kita tindak tegas,” katanya.

Begitu juga dengan TNI, lanjutnya, apabila ikut serta melakukan tindakan yang sama maka diberikan ditindak tegas juga. Namun untuk urusan penindakannya diserahkan kepada pimpinan TNI.

“Kita yakin Satpolair itu bukan dari Polres Bintan. Jadi kita akan berkoordinasi dengan Polres Tanjungpinang dan Polda Kepri. Untuk TNI yang bisa menindaknya dari internalnya sendiri,” ungkapnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar