8th Co-Chair Meeting of Working Group Dilaksanakan di Batam

395
Pesona Indonesia

bpbatambatampos.co.id – 8th Co-Chair Meeting of Working Group Batam-Bintan Karimun and other Special Economic Zones in Indonesia dilaksanakan di Gedung Marketing Centre BP Batam pada Kamis (4/8/2016).

Dalam pemaparan update perkembangan kebijakan KPBPB/FTZ, BP Batam menjelaskan mengenai Visi dan Misi BP Batam, Rencana dan strategi, realisasi investasi, rencana jangka pendek dan jangka panjang BP Batam, prosedur izin investasi 3 jam (i23J) serta kemudahan investasi langsung konstruksi (KILK), fokus industri dan lain sebagainya.

Hal-hal yang akan dicoba untuk dilakukan kerjasama adalah terkait Maintenance Repair and Overhaul yang akan membuka kembali kemungkinan untuk menarik perusahaan asing yang beberapa waktu lalu sempat meninggalkan Batam untuk dapat kembali melihat Batam yang lebih baik saat ini terutama pada bidang penerbangan.

Dalam Term of Reference terdapat beberapa lingkup kerja untuk Working Group Batam Bintan Karimun dan Kawasan Ekonomi Khusus lainnya, di antaranya Lingkungan Bisnis, Promosi Investasi, Sektor Industri dan kapasitas pengembangan.

Dalam sektor promosi investasi salah satu hal yang akan digiatkan nantinya adalah akan sering dilakukannya seminar International dalam rangka promosi investasi yang akan didukung oleh Economic Development Board Singapore.

Pada Meeting of Working Group tersebut hadir Chairman of Singapore Economic Development Board, Beh Swan Gin beserta jajaran; Plt. Deputi Bidang Koordinasi Percepatan dan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kemenko Bidang Perekonomian, Wahyu Utomo beserta jajaran; Kepala BP Batam Hatanto Reksodipoetro; Anggota 4/ Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Lainnya; Direktur Promosi dan Humas dan jajaran serta para anggota dari Working Group lainnya yang berasal dari Kemenko Bidang Perekonomian, Kedutaan Besar RI di Singapura, Kemenaker dan Transmigrasi, BKPM, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Keuangan, Dewan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam-Bintan-Karimun dan KADIN Singapura. (rilis)

Respon Anda?

komentar