Bukan Olimpiade Kondom tapi Kondom Olimpiade

1222
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Tradisi penyediaan kondom dan pesta seks memang bukan cerita baru alias menjadi kelaziman di multievent olahraga terakbar sedunia, olimpiade.

Panitia membagikan 450.000 kondom gratis untuk 10.500 atlet peserta Olimpiade Rio De Janeiro 2016 menjadi salah satu topik panas dalam beberapa pekan terakhir.

Penyediaan 450.000 kondom untuk 10.500 atlet, dengan rincian masing-masing mendapat jatah 42, memang menjadi rekor tersendiri. Bahkan, negara-negara seperti Australia, Inggris, dan lainnya, sempat meminta alokasi tambahan. Sebuah fakta yang menarik sekaligus memprihatinkan.

Padahal, Olimpiade London 2012 sempat dijuluki “Olimpiade terjorok yang pernah ada”, tetapi hanya mengalokasikan 150.000 kondom ke setiap atlet. Angkanya bahkan tidak mencapai separuh dari yang disediakan di Rio.

Laporan pertama terkait fasilitas kondom gratis sudah mencuat sejak Olimpiade Seoul 1988 di Korea Selatan. Kala itu, sebanyak 8.500 kondom dibagikan. Banyak ditemukan di atap tempat tinggal atlet, yang berujung larangan resmi adanya aktivitas seks di luar ruangan selama Olimpiade.

Pada 1992 di Barcelona, Spanyol, jumlah suplai kondom naik lebih dari 10 kali lipat menjadi 90.000. Namun, empat tahun kemudian di Olimpiade Atalanta 2000, Amerika Serikat, skala kembali ke angka 15.000.

Di Olimpiade Sydney 2000, alokasi 70.000 ternyata tidak cukup dan persediaan tambahan harus dibawa selama event. Alhasil, jumlahnya ditingkatkan menjadi 130.000 kondom yang tersedia pada Olimpiade Athena 2004.

“Ini adalah cerita yang selalu menjadi mangsa media besar. Pesannya adalah, ‘Jika atlet terbaik dunia bercinta di ‘zingers’ Anda, itu cukup mungkin baik untuk mereka di klub footy lokal’,” kata Olympian dan komentator Channel Seven, David Culbert, seperti dilansir Fox Sports.

foto: rappler
foto: rappler

Culbert, yang merupakan PR specialist dengan perusahaan sendiri, Jump Media, tampaknya benar-benar terpesona dengan keputusan Komite Olimpiade Australia menambah ribuan kondom yang mereka sponsori sendiri. Mereka mengklaim hal itu dilakukan untuk memberikan perlindungan ekstra terhadap virus Zika.

“Itu total pemasaran. Mereka berbicara tentang perlindungan terhadap virus Zika. Apa yang Cate Campbell lakukan, menaruhnya di kepalanya saat dia menyelam untuk berenang? Akan sulit untuk (pelompat galah) Alana Boyd melompat dengan tubuh penuh kondom. Perlindungan dari virus Zika? Silakan,” papar Culbert lagi.

Culbert percaya cerita seks di Olimpiade memang telah dimainkan dengan sedemikian rupa.

“Saya pikir itu sedikit mitos. Saya yakin itu ada. Saya yakin ada orang yang lebih tertarik dengan itu dariada bagaimana mereka akan tampil di Olimpiade. Tapi, untuk sebagian besar oran menyadari ini adlaah momen puncak dari karier olahraga mereka.”

Culbert mengatakan sebelumnya atlet berkompetisi di Olimpiade kemungkinan berdampak pada seberapa besar perjuangan mereka setelahnya.

Sementara, ada aturan tak tertulis bagi banyak atlet bahwa “apa yang terjadi di penginapan, harus tetap berada di sana”. Meski ada banyak lagi yang senang untuk berbagi pengalaman mereka setelah event berlalu.

Beberapa Momen Penyediaan Kondom dan Aktivitas Seks dalamSejarah Olimpiade:

Sochi 2014

Penggunaan akun media sosial Tinder di perkampungan atlet digambarkan sebagai “next level” oleh Snowboarder AS, Jamie Anderson, selama Olimpiade musim dingin di Sochi, Rusia, pada 2014. Selain itu, ada 100.000 kondom tersedia di sana.

Anderson mengatakan dia akhirnya menghapus akun Tinder-nya karena itu dianggap “terlalu mengganggu”. Hingga apa yang dilakukannya terbayar: Meraih medali emas slopestyle.

London 2012

ika Sochi adalah Olimpiade Tinder, London memiliki Grindr untuk kalangan homoseksual. Mirror mengutip “Londoner” yang mengatakan aplikasi itu sempat down tak lama setelah para atlet peserta Olimpiade sudah berdatangan. Banyak atlet yang log-in untuk bertemu sesama Olympians atau sedang mencari ‘orang lokal’.

Beberapa atlet, terutama AS, merasa cukup bebas untuk berbicara tentang seks. Pesepak bola putri AS, Hope Solo, kepada ESPN mengatakan dirinya melihat atlet acap kali beraktivitas seks di tempat terbuka.

Perenang Ryan Lochte, menambahkan: “Olimpiade terakhir saya, saya punya pacar – kesalahan besar. Sekarang saya jomblo, sehingga Olimpiade London harus benar-benar baik. Saya senang.”

Kali ini Lochte pun telah mendaftar sebagai salah satu pengguna Tinder.

“Saya mendengarnya ketika orang-orang berbicara tentang hal itu, dan saya merasa, ‘biarkan saya mencoba ini’. Jadi, saya mendaftar, dan saya sudah cocok dengan sekelompok wanita cantik yang cerdas, mereka memiliki pekerjaan profesional, dan segalanya. Saya lantas merasa seperti, ‘Wow, ini sempurna’. Jadi, saya aktif di Tinder akhir-akhir ini.”

ESPN melaporkan bahwa enam atlet menikmati pesta seks di bak mandi air panas di perkampungan atlet dengan 100.000 kondom dibagikan. Ada rumor bahwa mereka sampai kehabisan stok kondom.

“Indikasi adalah bahwa Vancouver menduduki puncak podium untuk Olimpiade Musim Dingin,” kata seorang juru bicara. “Meskipun kami baru mendengar bahwa mereka mengeluarkan 35 juta kondom untuk Mardi Gras di Rio, jadi saya kira kita semua memiliki jalan panjang untuk mencapai itu.”

Beijing 2008

Matthew Syed, seorang Olympian yang juga mantan petenis meja, menulis di The Times bahwa ada “festival seks” di Beijing, Tiongkok.

Pesepak bola putri nan seksi, Hope Solo, mengungkapkan kepada ESPN bahwa dia sempat berhubungan seks dengan selebriti, tapi menolak memberi tahu identitasnya.

Sydney 2000

Olimpiade Sydney 2000 menjadi heboh ketika ada kabar 70.000 kondom habis hanya dalam kurun seminggu.

Pelempar lembing AS, Breaux Greer, kepada ESPN mengatakan bahwa dia memiliki hubungan seks dengan tiga wanita setiap hari selama Olimpiade dan menikmati kisah yang sama pada penerbangan pulang.

Tapi, kisah Josh Lakatos lebih menarik. Setelah manajemen tim memintanya untuk meninggalkan perkampungan atlet, dia tinggal di surepitiously dan memungkinkan rekannya untuk tinggal di kamar cadangan dari vilanya.

“Saya tidak pernah menyaksikan begitu banyak pesta seks seperti yang terjadi di sana sepanjang hidup saya,” tutur Lakatos. (ira/JPG)

Respon Anda?

komentar