Jaringan Terduga Teroris yang Ditangkap di Batam Disebut Pernah Rencanakan Serangan ke Marina Bay Singapura

3758
Pesona Indonesia
Suasana pengamanan saat Densus 88 menggeledah kembali rumah Eka P di Cluster Sakura Botania, usai salat Jumat. Eka P diamankan tadi pagi. Foto: eggi/batampos.co.id
Suasana pengamanan saat Densus 88 menggeledah kembali rumah EP di Cluster Sakura Botania, usai salat Jumat. EP diamankan tadi pagi. Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Tim Densus 88 yang terus melaporkan perkembangan penangkapan dugaan jaringan teroris Bahrum Naim di Batam sejak Jumat pagi (5/8/2016) dengan pimpinannya yang disebut-sebut pihak Densus GRD (Gigih Rahmat Dewa) mengungkapkan sejumlah peran GRD.

Data yang diberikan Mabes Polri ke jurnalis melalui Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Irjen Pol Boy Rafli Amar yang juga diperoleh batampos.co.id, menyebutkan GRD dan Bahrum Naim disebut pernah merencanakan meluncurkan roket dari Batam dengan tujuan Marina Bay Singapura.

Selain itu, peran lain GRD yang dilaporkan antara lain:

1. GRD sebagai penampung 2 orang Uighur, yaitu DONI (deportasi) dan ALI (tertangkap bersama ABU MUS’AB di bekasi).

2. ALI Uighur dijemput oleh Tersangka Bom bunuh diri Polresta Solo, NURROHMAN dari Batam ke Bogor selanjutnya ke Bekasi dan dititipkan di Abu Musab, bekasi.

3. GRD menjadi fasilitator keberangkatan Ikhwan-ikhwan dari Indonesia menuju Suriah melalui Turki yang dibantu oleh WNI yang ada di Turki.

4. GRD diduga menjadi penerima dan penyalur dana untuk kegiatan jaringannya yang bersumber dari Bahrum Naim.

Namun, laporan peran terduga jaringan teroris kelompok Bahrum Naim di bawah pimpinan GRD yang diamankan di Batam tersebut, hingga berita ini diturunkan baru bersumber dari kepolisian. Belum ada konfirmasi dari pihak GRD apakah tudingan tersebut benar atau tidak.

Sejauh ini, enam orang yang ditangkap dan diduga jaringan Bahrum Naik di beberapa tempat di Batam sejak Jumat pagi, sudah dibawa ke Mapolresta Barelang untuk pemeriksaan.

“Enam orang yang dimanakan di Batam,” ujar Boy Rafli Amar.

Penangkapan enam orang ini juga berlangsung aman. Tidak ada kontak senjata. Mereka yang diduga jaringan terorisme ini sama sekali tidak memberikan perlawanan dan selama ini di masyarakat dikenal baik. (ara/nur)

Respon Anda?

komentar