Rabu, Bupati Madina Digarap Poldasu

1021
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Bupati Mandailing Natal (Madina), Dahlan Nasution selaku terlapor atas kasus dugaan penipuan senilai Rp 600 juta, dijadwalkan untuk digarap penyidik Subdit II/Harda-Bangtah Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut pada Rabu (13/8) mendatang.

“Penyidik menjadwalkan pemanggilan Bupati Madina pada Rabu pekan depan,” jelas Kasubbid Penmas Poldasu, AKBP MP Nainggolan, seperti dikutip dari Sumut Pos (Jawa Pos Group), Jumat (5/8).

Dia menyebut, pemeriksaan terhadap Dahlan Nasution merupakan kali yang kedua. Selain itu, penyidik juga akan melakukan pemberkasan (dimasukkan dalam berita acara pemeriksaan) terhadap keterangan Dahlan Nasution.

Sejauh ini, Dahlan masih diperiksa sebagai saksi. Begitupun, tak menutup kemungkinan, jika Dahlan akan ditingkatkan menjadi tersangka. “Tergantung hasil (pemeriksaan) nantinya dan bukti-bukti yang dikumpulkan penyidik. Saat ini masih saksi, tapi bisa saja naik jadi tersangka,” tambah Nainggolan.

Selain terlapor Bupati Madina Dahlan Nasution, penyidik juga sudah melakukan pemberkasan terhadap pelapor Tahjudin. Namun, pemeriksaan dilakukan menggunakan bahasa daerah. Sebab, selain kurang paham bahasa Indonesia, pelapor juga sedang dalam keadaan sakit.

“Kalau pelapornya sudah di-BAP dan sekarang dia sedang sakit,” pungkas Nainggolan.

Sebelumnya, Kasubdit II/Harda-Bangtah Dit Reskrimum Polda Sumut, AKBP Frido Situmorang menyebutkan, dalam pemeriksaan pertama, Dahlan Nasution mengaku menerima dana dari Tahjudin Pardosi. Namun, sebagian diantaranya sudah dipulangkan. Orang nomor satu di Kabupaten Madina itu diperiksa pertama dilakukan, setelah dua saksi masing-masing Embalo Nasution dan Ismail Pardosi yang merupakan anak dari pelapor Tahjudin Pardosi, diperiksa kembali.

“Embalo Nasution sudah kita periksa dan Lian sebagai saksi yang mengetahui penyerahan uang. Kita juga sudah layangkan surat panggilan kepada Ismail Pardosi dan Embalo Nasution untuk dimintai keterangan. Setelah kedua saksi (Embalo dan Ismail) kita periksa, selanjutnya Bupati Madina segera kita panggil,” jelas Frido.

Menurut Frido, uang diserahkan ketika Dahlan masih menjabat Wakil Bupati Madina. Saat itu, Hidayat Batubara yang menjabat sebagai Bupati Madina. Pun, Bupati Hidayat juga sudah ditangkap KPK atas kasus suap yang menjeratnya.

Tahjudin sebelumnya melaporkan kasus dugaan penipuan ini ke Mabes Polri. Namun, Mabes Polri melimpahkan kasus itu ke Polda Sumut. Kini, kasus tersebut ditangani Subdit II/Harda Bangtah Dit Reskrimum Polda Sumut. Kasus ini berawal, saat Dahlan Hasan masih menjadi Wakil Bupati Madina.

Saat itu Dahlan meminta uang kepada Tahjudin sebesar Rp 600 juta dengan iming-iming ‘sesuatu’ setelah menjadi Bupati Madina. Namun, setelah menjadi bupati menggantikan Hidayat Batubara yang ditahan KPK karena menerima suap dari Surung Panjaitan, janji Dahlan Nasution tidak dipenuhi. Akibatnya, Tahjudin Pardosi melaporkan Bupati Madina itu ke Bareskrim Polri. (jpg)

Respon Anda?

komentar