Video Panas Pelajar Hebohkan Kota Bima, MUI: Masyarakat Mulai Apatis

1410
Pesona Indonesia
(ilustrasi)
(ilustrasi)

batampos.co.id – Baru-baru ini, beredarnya video panas sepasang oknum pelajar menghebohkan Kota Bima. Hal itu mendapat sorotan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat.

MUI Kota Bima mengecam tindakan pelaku penyebar dan perekam video panas tersebut. Perekam diduga sengaja membuka aib dua remaja belia itu ke media sosial.

Sekretaris MUI Kota Bima, H Ahmad, mengutuk pelaku penyebaran karena hal itu tidak dibenarkan secara UU ITE maupun agama.

”Dia (penyebar dan perekam video) sengaja membuka aib atau perbuatan dosa orang lain untuk disebarkan dan dicontohi orang lain juga,” katanya, kemarin (4/8).

MUI merasa prihatin dengan kejadian tersebut. Apalagi video itu sengaja diunggah ke medsos. Menurut Ahmad, video itu memiliki dampak yang cukup besar, khususnya bagi generasi muda.

Ahmad mengatakan, ada dua hal yang memicu terjadinya perbuatan amoral. Yakni narkoba dan minuman Keras (Miras). Pihak yang bertanggung jawab atas persoalan ini, kata dia, orang tua, guru, juga lingkungan.

”Masyarakat mulai apatis untuk masalah seperti ini. MUI tidak mampu awasi di seluruh lini,” ujarnya.

Ia pun mengimbau semua pihak bergerak untuk menekan persoalan tersebut, untuk menyelamatkan generasi muda sebagai pilar bangsa kedepan. Ahmad menilai pengawasan orang tua sudah cukup maksimal. Hanya saja, cek dan kontrol pergaulan anak dari orang tua yang mulai longgar. (jpnn)

Respon Anda?

komentar