DPRD Batam: Pemko Harus Berani Tolak Imigran

236
Pesona Indonesia

Nuryanto -F Cecep Mulyana (1)batampos.co.id – Semakin hari, jumlah pencari suaka di Batam terus bertambah. Selain di Hotel Kolekta Batam, Taman Aspirasi, depan Gedung DPRD Batam, juga menjadi lokasi tempat tinggal para imigran dari Timur Tengah tersebut.

Para imigran yang berada di Hotel Kolekta tergolong beruntung, karena dibiayai dan menjadi tanggungjawab UNHCR. Berbanding terbalik bagi mereka yang berada Taman Aspirasi, terkatung-katung dan tak jelas arah dan tujuannya.

Ironisnya lagi, International Organization for Migration atau Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) yang sebelumnya menjadi tanggungjawab mereka, lepas tangan dan melayangkan surat resmi kepada pihak DPRD Kota Batam.

Isi dalam surat IOM melalui Imigrasi itu menyebutkan jika imigran ini di luar tanggungjawab mereka.

“IOM tak lagi memberikan biaya bagi mereka yang ada di Taman Aspirasi, Batam Center,” ujar Ketua DPRD Batam, Nuryanto, kemarin.

Menanggapi hal ini, politisi PDIP itu mengaku akan memberikan rekomendasi ke Walikota, agar bisa berkoordinasi dengan badan-badan di muspida. Di sisi lain pemko Batam perlu mengambil sikap dengan berkoordinasi dengan pusat.

“IOM sudah tak tanggungjawab lagi. Makanya Pemko harus ambil sikap tegas,” ucapnya.

Ia juga mengeluhkan keberadaan pengungsi itu di Batam. Alasannya, tak ada tempat untuk penempatan mereka.

Bila perlu pemko harus menutup ruang gerak bagi imigran ini. Pasalnya apabila kita kasih harapan maka Kota Batam akan semakin diserbu para pencari suaka. “Kalau perlu stop mereka, karena Batam bukan tempat mereka,” pungkasnya.

Pantauan Batam Pos, para imigran itu tinggal tinggal di Taman Aspirasi, karena tak medapatkan tempat penampungan. Dalam keseharianya, imigran ini tidur di taman dengan mendirikan tenda beralasakan spanduk dan kertas kardus.

Dan bila mana usai magrib, mereka pindah ke parkiran DPRD Batam. Area lantai, DPRD menjadi tempat beristirahat mereka. Sebelum jam masuk pegawai dan anggota DPRD, mereka sudah pindah ke Taman Aspirasi, tak jauh dari sana.

Salah satu imigran mengaku, sudah lebih tiga bulan tinggal di Batam. Mereka berharap pemerintah dan PBB dalam hal ini lembaga yang menangani masalah imigran untuk memberikan bantuan suaka. (rng)

Respon Anda?

komentar