Riwayat Mie Bikini “Remas Aku” yang Bikin Geger

3305
Pesona Indonesia
Kemasan Mie Bikini yang bikin heboh. Foto: twitter
Kemasan Mie Bikini yang bikin heboh. Foto: twitter

batampos.co.id -Kreatif tapi mengandung unsur seronok. Kalimat ini bisa mewakili mie instan yang bermerek BIKINI, Bihun Kekinian, dengan tagline #remasaku di bagian depan kemasan, yang kini ramai diperbincangkan. Mie Bikini ini beredar di Purwokerto.

“Kalau di Purwokerto, kita minta teman-teman Dinas Kesehatan Purwokerto mencari sampelnya. Bila ditemukan, maka harus dikembalikan kepada distributornya,” ujar Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang, Endang Pudjiwati, beberapa hari lalu.

Pihaknya kata Endang, masih melakukan penelusuran. Belum diketahui apakah mie BIKINI tersebut mengandung bahan kimia berbahaya atau tidak. Namun yang pasti, secara penampilan pada gambar sampul kemasan, dipastikan mengandung unsur pornografi.

“Kalau memang diproduksi di sebuah daerah, maka kita akan surati dinkes setempat untuk meminta agar peredaran produk itu distop. Jangan sampai ada produk itu di Semarang,” jelas Endang.

Sementara itu, terkait penayangan iklan mie BIKINI tersebut di situs jual beli onlinenya, Chief Executive Officer (CEO) Bukalapak, Achmad Zaky mengatakan, Lembaga Sensor Bukalapak langsung membredel iklan tersebut. Hal itu menyusul adanya protes dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI)

“Sejauh ini belum ada komplain dari pelapak. Kami sudah jelaskan, muatan iklan produk tersebut mengganggu kepentingan umum terutama anak-anak,” kata Achmad, Rabu (3/8/2016).

Lalu bagaimana riwayat Mie Bikini ini sebenarnya?

Pertiwi Darmawanti Oktavia alias Pertiwi atau Tiwi, produsen Mi Bikini, angkat bicara.

Tiwi mengaku ide Mi Bikini (snack bikini) atau Bihun Kekinian bukan murni datang darinya.

Dalam surat yang diberikan kepada media, Sabtu (8/8/2016), Tiwi mengungkapkan bahwa awal mula bisnis itu dilakukan ketika melakukan tugas home business (bisnis rumahan) dari sekolah bisnis yang Tiwi ikuti.

“Awal terbentuknya bikini snack adalah saat mendapat tugas dari sekolah bisnis saya, nama project nya home bussiness yaitu membuat produk sendiri dari hasil belanja barang, mengolahnya, dan packagingnya. Kami dibuat per-kelompok, saya bersama ke-5 teman-teman saya (nama dicoret) pada saat itu memberikan ide2 produk masing2. Saya memberikan ide membuat bihun goreng, setelah semua ide ini dicoba ternyata yang lebih mudah di produksi yaitu bihun goreng. Ide bihun goreng ini juga tidak murni dari saya, tetapi melihat di dekat rumah saya ada yang menjual seperti itu dan banyak yang suka, jadi saya berpikiran kalau produk ini bisa diterima di masyarakat.

Awal dibuat “Bikini” itu nyeplos saja dari singkatan “BIhun KeKINIan”, design tidak ada terpikirpun sekalipun kalau itu pornografi, karena saya dan teman2 berpikir kalau bikini itu baju renang, jadi tidak menyangka kalau namanya dipikir tidak senonoh.”

Begitu petikan dari pengakuan Tiwi soal ide bisnisnya Mi Bikini (snack Bikini) atau Bihun Kekinian.

Hanya saja Tiwi mengaku belum mendaftar dan membuat izin kepada lembaga resmi seperti MUI atau BPOM.

“Untuk gambar karena namanya bikini kita berpikir gambar dan design yang pas juga sesuai dengan namanya, disitu kami juga memasukkan gambar mie yang sedang di pegang itu, dan slogan ‘remas aku’ diberikan oleh guru saya yang juga mengajarkan untuk marketing dan AIDA nya,” ujar Tiwi.

Sementara mengenai bahan-bahan yang menjadi sumber pembuatannya Tiwi menjelaskan sebagaimana membuat bihun goreng pada umumnya.

“Saya memberikan ide membuat bihun goreng, setelah semua ide ini dicoba ternyata yang lebih mudah di produksi yaitu bihun goreng. saya memberikan label halal karena saya berani menjamin bahwa produk saya memang halal, karena dari bahannya yang hanya bihun beras, minyak goreng, dan bumbu penyedap saja,” jelas Tiwi melalui suratnya.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorun Niam dengan tegas menyatakan produk Mi Bikini (snack bikini) atau Bihun Kekinian mengandung muatan pornografi yang dapat merusak pikiran anak-anak. (ril/pojoksatu)

Respon Anda?

komentar