14 Peserta Didiskualifikasi, Kepri Sabet Juara III MTQ Nasional

508
Pesona Indonesia
Gubernur Kepri Nurdin Basirun bersama kafilah Kepri di MTQ Nasional. foto:humas pemprov
Gubernur Kepri Nurdin Basirun bersama kafilah Kepri di MTQ Nasional. foto:humas pemprov

batampos.co.id – Langkah Provinsi Kepri untuk mempertahankan predikat juara umum pada MTQ Nasional ke-26 di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pupus, setelah 14 peserta didiskualifikasi. Meskipun demikian, Kepri tetap harus berbangga diri, karena dengan keterbatasan jumlah kafilah masih bisa merebut peringkat ketiga.

“Pada MTQ ke-26, mimpi Kepri terganjal dengan persoalan administrasi. Meskipun demikian, Alhamdulillah kita masih bisa merebut juara ke tiga,” ujar Kepala Biro Kesra Provinsi Kepri, Tarmidi, Minggu (7/8)

Menurut Tarmidi, penyebab 14 peserta didiskualifikasi karena faktor umur. Pangkal masalahnya, jadwal pelaksanaan MTQ Nasional ke-26 di Lombok, NTB, molor sebulan dari jadwal sebenarnya. Masih kata Tarmidi, sistem yang diterapkan sudah menggunakan sistem elektronik. Artinya pendaftaran peserta melalui online yang dimulai dari MTQ tingkat kecamatan. Sementara di Provinsi Kepri, sudah melaksanakan MTQ di tingkat kecamatan.

“Perubahan peraturan ini yang merugikan kita. Karena dari 44 perserta hanya 30 peserta yang bisa berjuang, selebihnya sudah di diskualifikasi. Karena sudah terlewat umur. Penyebabnya juga molornya jadwal pelaksanaan,” papar Tarmidi.

Ditambahkannya, dalam pekan ini, pihaknya akan menggelar rapat evaluasi bersama. Sehingga pada persiapan MTQ Nasional ke-27 di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) 2018 mendatang Kepri bisa memperbaiki peringkatnya lagi. Lebih lanjut katanya, apabila Kepri bertanding dengan kekuatan penuh, tidak tertutup peluang Kepri untuk mempertahankan status juara umum.

“Apapun hasilnya patut kita syukuri. Kami juga memberikan apresiasi kepada seluruh kafilah dan pelatih yang sudah menjaga semangat dan kekompakan selama berada di Lombok,” tutup Tarmidi.

Secara resmi, hajatan akbar dua tahunan tersebut ditutup oleh Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, Sabtu (6/8) malam lalu. Sukses Banten meraih juara umum seperti menghapus julukan sebagai provinsi runner up, karena dalam tuga periode pelaksanaan MTQ Nasional, Banten selalu meraih peringkat dua, termasuk saat jadi tuan rumah tahun 2008.

Penutupan ditandai dengan pemukulan lesung oleh Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin, di Islamic Centre NTB, Mataram. Dalam kesempatan itu, Menag berharap perlombaan ini menjadi ujung tombak pembaharuan generasi yang lebih baik dan mempererat tali silaturahim. Lukman menyebutkan nilai silaturahim tidak boleh dikalahkan semangat dalam berkompetisi. (jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar