Banyak Minum, Suhu di Tanah Suci Mencapai 44 hingga 56 Derajat Celsius

539
Pesona Indonesia
Petugas PPIH Arab Saudi mendarat di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, dengan pesawat Garuda nomor penerbangan GIA 980 pada Sabtu sore waktu setempat (6/8/2016). Foto: FATHONI P. NANDA/JAWA POS
Petugas PPIH Arab Saudi mendarat di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, dengan pesawat Garuda nomor penerbangan GIA 980 pada Sabtu sore waktu setempat (6/8/2016). Foto: FATHONI P. NANDA/JAWA POS

batampos.co.id -Musim haji tahun 2016 ini memiliki tantangan tersendiri bagi jamaah calon haji (JCH), khususnya dari Indonesia. Suhu di tanah suci cukup terik, mencapai 44 hingga 56 derajat celcius.

JCH pun diminta benar-benar mempersiapkan fisik dan memperbanyak minum air putih saat di tanah suci guna menghindari dehidrasi.

Kloter pertama JCH Indonesia rencananya akan bertolak ke Tanah Suci Selasa (9/8/2016).. Begitu tiba, mereka langsung menuju Madinah untuk terlebih dulu menjalani ibadah arbain.

Setidaknya 357 petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi sudah berada di Makkah, kemudian melanjutkan perjalanan ke Madinah untuk menyambut kedatangan para JCH.

Para petugas PPIH yang sudah tiba di Saudi terbagi dalam dua daerah kerja (daker), yakni daker airport dan Madinah.

Daker airport bertugas menyambut dan melayani JCH di Bandara Jeddah maupun Madinah. Sementara itu, PPIH di daker Madinah melayani aktivitas jamaah selama berada di kota Nabi tersebut.

Petugas PPIH masih akan kembali dikirim Kementerian Agama (Kemenag) bersamaan dengan penerbangan kloter pertama.

Mereka khusus bertugas di daker Makkah. Jumlah PPIH Arab Saudi yang diberangkatkan Kemenag dalam dua gelombang itu mencapai 826 orang. Mereka adalah petugas nonkloter.

Jika ditambah dengan petugas kloter dan tenaga musiman, total petugas PPIH mencapai 3.250 orang. Mereka akan melayani jamaah haji Indonesia yang tahun ini mencapai 186.800 orang.

”Rasio yang sebenarnya tidak seimbang. Kami meminta para petugas PPIH bekerja seoptimal mungkin melayani jamaah haji,” ujar Direktur Pembinaan Haji dan Umrah Ditjen PHU Kemenag Muhajirin Yanis di Hotel Manar Al-Muna, Makkah, Minggu (7/8).

Para petugas PPIH disambut cuaca yang ekstrem. Pada pagi dan malam suhu berkisar 33 derajat Celsius. Cukup hangat dan membuat berkeringat. Namun, pada tengah hari, suhu meningkat drastis.

Papan digital di dekat pintu Terowongan Mina menunjukkan kisaran angka 39 hingga 44 derajat Celsius.

”Suhu itu diperkirakan terus meningkat hingga di atas 56 derajat Celsius. Para jamaah agar rajin minum air. Petugas juga,” tutur Muhajirin.

Sementara itu, aktivitas di Masjidilharam belum terlalu sibuk. Lokasi tawaf lengang. Para jamaah sangat leluasa mendekati atau bahkan memegang Kakbah. Begitu juga halnya di tempat jamaah melakukan sai. Sangat lengang.

Renovasi masjid yang masih terus dilakukan sama sekali tidak mengganggu jalannya ibadah salat lima waktu maupun umrah.

Muhajirin meminta para petugas PPIH memahami karakteristik jamaah. Sebab, 99 persen jamaah belum pernah berhaji. Bahkan, ini mungkin yang pertama mereka bepergian jauh. Ketika turun di bandara, mayoritas jamaah pasti
akan bingung.

Tidak sedikit persoalan yang muncul saat kali pertama jamaah tiba di bandara. Ada yang tidak mau mengenakan pakaian ihram, tidak mau melepas celana dalam, atau bahkan ada yang ingin langsung pulang.

Begitu juga halnya di hotel. Persoalan-persoalan sepele tak boleh dibiarkan. Misalnya jamaah yang tidak bisa masuk lift. (c9/ca/jpg)

Respon Anda?

komentar