Kapolres Lingga: Cegah Konflik Sosial dan Agama

710
Pesona Indonesia
Kapolres Lingga (duduk-tengah) bersama FKPD, Tokoh Masyarakat dan Agama. foto:wijaya satria/batampos
Kapolres Lingga (duduk-tengah) bersama FKPD, Tokoh Masyarakat dan Agama. foto:wijaya satria/batampos

batampos.co.id – Kapolres Lingga AKBP Muji Supriyadi menggelar kegiatan tatap muka bersama FKPD, Tokoh Masyarakat dan Agama di ruang pertemuan Mapolres Lingga untuk mengantisifasi terjadinya konflik sosial dan agama di Tanah Bunda Melayu ini seperti yang telah terjadi di beberapa daerah lain. Kegiatan serupa juga akan diteruskan oleh seluruh polsek di bawah jajaran Polres Lingga untuk langsung menyentuh ke masyarakat.

Dalam pertemuan itu, Muji mendapat masukan dari sejumlah tokoh masyarakat dan agama terkait adanya aktifitas yang dianggap melenceng dari ajaran agama yang telah ada. Untuk itu Muji akan menyelesaikan hal tersebut bersama dan menyarankan agar masyarakat tidak mengambil tindakan kekerasan dan menyelesaikannya dengan damai.

“Memang selama ini Lingga tergolong kondusif, namun jika tidak ada antisipasi justru mengakibatkan ke arah yang tidak dapat ditangani kalau terjadi,” kata Muji ketika ditemui setelah pertemuan tersebut di Mapolres Lingga, Jumat (5/8) pagi.

Muji menambahkan, kegiatan ini tidak hanya sebatas duduk bersama, kelanjutannya akan diteruskan oleh seluruh Kapolsek untuk melakukan sosialisasi langsung ke tokoh masyarakat di kawasan mereka yang diteruskan kepada setiap Babinsa.

Sedangkan Babinkamtibmas Polres Lingga juga akan diterjunkan langsung ke tengah-tengah masyarakat untuk memberikan pengertian agar mencegah kejadian di daerah lain tidak terjadi di wilayah hukum Polres Lingga.

Kegiatan ini ditanggapi positif oleh seluruh tokoh yang hadir dan meminta agar kegiatan ini berkelanjutan demi suasana kondusif di tengah-tengah masyarakat.

Menurut Ferdiyanto, salah satu tokoh warga Tionghoa yang hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan, kegiatan ini juga sangat membantu untuk menciptakan kondisi aman antar ummat beragama yang tentunya akan berujung pada peningkatan ekonomi serta kepastian keamanan bagi siap saja invenstor yang hendak menanamkan modal mereka.

“Kegiatan ini sangat baik, terlebih sudah fakum lama tidak ada lagi kegiatan serupa,” kata Ferdiyanto. (wsa/bpos)

Respon Anda?

komentar