Kepri Butuh Sekolah Pelayaran

1257
Pesona Indonesia
Gubernur Provinsi Kepri Nurdin Basirun. Foto: Natalia Fatimah Laurens/JPNN.com
Gubernur Provinsi Kepri Nurdin Basirun. Foto: Natalia Fatimah Laurens/JPNN.com

batampos.co.id – Dengan luas wilayah yang lebih dari 95 persen berupa perairan, Provinsi Kepulauan Riau diyakini perlu banyak sumber daya manusia kompeten di bidang kelautan. Gubernur Nurdin Basirun tak menampik hal tersebut. Satu di antara sekian yang membuat pertumbuhan pembangunan kelautan terkesan lamban adalah ketiadaan SDM yang memadai.

Tidak ada cara lain, tegasnya, selain memperbanyak sekolah menengah atau mendirikan sekolah tinggi di bidang kelautan atau pelayaran. “Itu yang sudah banyak kali saya sampaikan. Saya ingin pemerintah pusat banguun sekolah pelayaran yang bagus di Kepri,” ungkapnya.

Dari situ, besar harapan Nurdin, Provinsi Kepri mampu melahirkan pelaut-pelaut unggul. Generasi-generasi baru yang dapat memaksimalkan potensi kelautan Kepri. Baik itu dari sisi ekonominya, budayanya, maupun pemanfaatan segala hal yang terkandung dalam 95 persen wilayah laut Kepri.

“Setidaknya secara nasional, butuh 20 ribu orang lagi untuk pekerja laut di Indonesia. Anak-anak muda Kepri, saya lihat, punya kemampuan untuk memenuhi kebutuhan tersebut,” kata kepala daerah yang punya latar belakang pendidikan nautika ini.

Di mata Nurdin, anak-anak muda Kepri sudah berjiwa bahari. Itu modal besar yang tidak terbeli. Belum semua daerah di Indonesia, kata dia, mampu melahirkan generasi muda sedemikian rupa. Hanya saja, jiwa tinggal jiwa bila tidak dibangun melalui pendidikan dan pembelajaran yang mumpuni.

“Kalau ada sekolah pelayaran, saya yakin sekali, anak-anak Kepri bisa menjadi pelaut unggul,” katanya yakin.

Kementerian Perhubungan RI mencatat, sekolah pendidikan kepelautan di Indonesia saat ini hanya mampu menghasilkan 5persen lulusan dari 69.000 pelaut yang dibutuhkan. Padahal potensi kelautan sangat menjanjikan. Dari kajian para ahli, diketahui terumbu karang seluas 1 km persegi mampu menghasilkan ikan 40 sampai 60 ton atau setara 120 ribu dolar Amerika Serikat (AS).

Potensi itu belum termasuk pemasukan dari wisata bahari yang mencapai 50 ribu sampai 80 ribu dolar AS serta kegiatan penelitian. “Karena itu, Kepri tinggal butuh anak-anak muda andal yang siap mengelola dan membangunnya,” pungkas Nurdin. (muf/bpos)

Respon Anda?

komentar