Polisi Jujur Ini Bikin Heboh, Gajinya Dibagi-Bagikan ke Pemulung

804
Pesona Indonesia
Bripka Seladi memberikan uang kepada salah seorang pemulung di TPA Segaran, Malang. Puluhan pengais sampah lain antre dengan tertib. Foto: BAYU EKA NOVANTA/JAWA POS RADAR MALANG
Bripka Seladi memberikan uang kepada salah seorang pemulung di TPA Segaran, Malang. Puluhan pengais sampah lain antre dengan tertib. Foto: BAYU EKA NOVANTA/JAWA POS RADAR MALANG

batampos.co.id – Masih ingat Bripka Seiladi? Anggota Polres Malang Kota yang beberapa bulan lalu mendadak terkenal karena dicap sebagai polisi jujur. Ia rela nyambi jadi pemulung untuk memenuhi kekurangan kebutuhan keluarganya. Ia juga menolak suap dalam bentuk apapun.

Kejujuran Bripka Seiladi ini kemudian memancing simpati sejumlah anggota DPR RI yang menghibahkan gajinya ke Bripka Seiladi. Benar saja, Seiladi kemudian menerima kucuran dana gaji dari anggota DPR RI.

Baca Juga: Polisi Jujur Ini Sudah 13 Tahun Nyambi Jadi Pemulung

Namun Bripka Seladi kembali membuat heboh. Ia enggan menikmati sendiri hibah gaji itu. Ia pun mengumpulkan pengepul sampah alias pemulung, lalu membagi-bagikan gajinya ke sesama pemulung di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Segaran, Jalan Mayjen Sungkono, Sukun, Malang, Minggu (7/8/2016).

Bukan hanya itu, sebelum berbagi rezeki, di tempat yang sama, dia menyosialisasikan tentang bahaya narkoba kepada pemulung yang mengantre mendapatkan uang darinya.

Bripka Seladi dengan tegas mengatakan, narkoba bisa merusak tubuh sekaligus menghancurkan masa depan. ”Ngapunten ibu-ibu dan bapak-bapak, narkoba itu haram hukumnya. Ancaman hukumannya berat,” ujarnya.

Dia juga mengingatkan tentang adanya orang yang tidak bertanggung jawab yang bisa memanfaatkan pemulung. Yakni, menyuruh mengantarkan barang dan memberikan imbalan besar.

”Kalau ada yang seperti itu, bilang kepada saya,” pesan polisi asal Dampit, Malang, tersebut.

Dia berharap teman-temannya yang menjadi pemulung itu tidak silau mata dengan imbalan uang yang banyak. Sebab, jika ketahuan ada yang terkait narkoba, pelaku akan diproses hukum.

”Semuanya di sini hindari untuk menjadi kurir narkoba,” tuturnya.

Saat ditemui setelah membagikan uang, Seladi yang bakal memasuki masa purnatugas tersebut mengungkapkan, pemulung memang rawan dimanfaatkan bandar narkoba untuk menjadi kurir. Apalagi, banyak di antara mereka yang tidak sempat menempuh pendidikan tinggi sehingga gampang dibodohi.

”Jadi, keluguan mereka bisa dimanfaatkan. Saya hanya mengantisipasi agar teman-teman tidak terjerumus ke sana,” imbuhnya.

Seperti diketahui, uang yang dibagi-bagikan Seladi adalah gajinya yang didapat dari Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo. Dari pimpinan parlemen tersebut, selama dua bulan Seladi mendapatkan hadiah Rp 4 juta per bulan. Ya, gaji pokok sang legislator Senayan itu memang diserahkan kepada polisi teladan versi DPR tersebut.

Janjinya diberi uang selama tujuh bulan berturut-turut, sedangkan ini baru berjalan dua bulan.

Meski tidak banyak, Seladi berharap uang yang diberikan bisa sedikit membantu. ”Uang itu adalah rezeki bersama-sama. Uangnya bisa buat tambahan beli beras,” ungkapnya.

Dia tidak menjawab tegas berapa uang yang dibagi-bagikan. Hanya, segepok uang terlihat di tangannya. Awalnya, setiap pemulung mendapatkan Rp 15 ribu. Setelah semua kebagian, uangnya ternyata masih sisa. Nah, lembaran rupiah yang tersisa itu kembali dibagi-bagikan Seladi hingga tangannya benar-benar kosong. (zuk/c2/lid/c5/ami)

Respon Anda?

komentar