Polisi Terus Telisik Jaringan Terduga Teroris

657
Pesona Indonesia
Sejumlah anggota Densus 88 Mabes Polri dan Brimob Polda Kepri melakukan penggerbekan sebuah rumah terduga teroris di Perumahan Sakura Cluster  Batamcenter saat dilakukan penggeledahan, Jumat (5/8). dari penggeledahan tersebut polisi mengamankan sejumlah barang bukti.  F Cecep Mulyana/Batam Pos
Sejumlah anggota Densus 88 Mabes Polri dan Brimob Polda Kepri melakukan penggerbekan sebuah rumah terduga teroris di Perumahan Sakura Cluster Batamcenter saat dilakukan penggeledahan, Jumat (5/8). dari penggeledahan tersebut polisi mengamankan sejumlah barang bukti. F Cecep Mulyana/Batam Pos

TIM Densus 88 Mabes Polri dan Polda Kepri terus memburu para terduga teroris jaringan Katibah (kelompok) GRD. Polisi menduga, jaringan baru ini tersebar di beberapa daerah lain di luar Batam.

“Bukan di Batam saja, dan tidak bisa dipastikan mereka dimana. Yang pasti target kita di Batam hanya lima saja,” kata Kapolda Kepri, Brigjen Pol Sam Budigusdian, usai menghadiri acara halal bihalal Punggowo di Stadion Temenggung Abdul Jamal, Batam, Minggu (7/8) sore.

Mantan Wakakorlantas Mabes Polri ini menjelaskan, saat ini kelima terduga teroris jaringan KGRD yang ditangkap di Batam Jumat (5/8) lalu masih menjalani pemeriksaan. Mereka masih ditahan di Batam, namun lokasinya dirahasiakan.

Untuk mengembangkan kasus ini, kata Sam, polisi juga memeriksa orang-orang terdekat kelima terduga teroris tersebut. Antara lain istri, anak, dan rekan mereka.

“Saat ini tim sedang memeriksa dan mengembangkannya,” tegasnya.

Sam menambahkan, dengan penangkapan kelima terduga teroris ini, masyarakat Batam diminta untuk tidak khawatir. Termasuk kepada wisatawan asing.

“Ini seharusnya kabar yang menggembirakan bagi kita. Ini suatu tindakan preventif dari Polri agar peristiwa besar tidak terjadi,” katanya.

Dalam kejadian ini, sambung Sam, anggotanya akan memfokuskan untuk mengamankan Batam. Agar ke depannya iklim investasi dan kerukunan masyarakat tetap terjaga.

Oleh karena itu, Sam mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keamanan di Batam.

“Peran masyarakat sangat dibutuhkan. Yang penting Batam tetap aman,” imbuhnya.

Disinggung soal dilepasnya seorang teduga terosis bernama M. Tegar Sucianto, Sam mengaku Tegar ditangkap saat mengendarai motor bersama terduga teroris bernama Hadi. Pria 19 tahun ini diketahui hanya sebagai rekan Hadi.

“Target hanya lima orang saja. Dan dia (Tegar) hanya temannya Hadi,” tutup Sam.

Seperti diketahui, Jumat (5/8) lalu Tim Densus 88 Mabes Polri bersama jajaran Polda Kepri menangkap enam terduga teroris kelompok KGRD di Batam.

Respon Anda?

komentar