Tak Adil, Palestina Dilenyapkan dari Peta Google

537
Pesona Indonesia
Petisi meminta Google mengembalikan peta Palestina. Foto: istimewa
Petisi meminta Google mengembalikan peta Palestina. Foto: istimewa

batampos.co.id -Google mengambil langkah tidak adil. Palestina yang jelas-jelas dijajah dan diambil alih tanahnya oleh Israel malah ikut mendukung penjajahan itu.

Hal itu tercermin dari sikap raksasa teknologi asal Amerika Serikat itu yang melenyapkan Palestina dari Google Map. Sikap itu menuai reaksi keras dari masyarakat dunia.

Petisi online yang menuntut Google untuk mengembalikan peta Palestina terus mendapat banyak dukungan.

Hingga saat ini, lebih dari 114 Ribu orang telah menandatangani petisi yang beralamat di change.org tersebut. Mereka ikut memprotes tindakan Google yang tidak mengakui keberadaan Palestina.

Diketahui, Palestina telah dihapus dari Google Maps sejak 25 Juli 2016. Si pembuat petisi menyebut bahwa tindakan Google sangat tidak manusiawi karena tidak mengakui hak warga Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaan negaranya.

“Whether intentionally or otherwise, Google is making itself complicit in the Israeli government’s ethnic cleansing of Palestine. (Entah sengaja atau tidak, Google seolah melibatkan diri dalam pembersihan etnis Palestina yang digencarkan Israel)” tulis dalam petisi tersebut.

Petisi yang bertajuk “Google: Put Palestine On Your Maps!” ini juga menuliskan bahwa masalah ini penting. Sebab, Google Maps sudah menjadi rujukan warga dunia, termasuk yang mencermati situasi Israel-Palestina. Jika dibiarkan, maka akan memicu instabilitas politik dunia dan memutarbalikan sejarah dan geografi.

“Please join us in calling on Google to recognize Palestine in Google Maps (Silahkan bergabung dengan kami menuntut Google untuk mengakui Palestina di Google Maps)” tulisnya di akhir petisi.

Diketahui, Palestina telah dihapus dari Google Maps sejak 25 Juli 2016. Si pembuat petisi menyebut bahwa tindakan Google sangat tidak manusiawi karena tidak mengakui hak warga Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaan negaranya.

“Whether intentionally or otherwise, Google is making itself complicit in the Israeli government’s ethnic cleansing of Palestine. (Entah sengaja atau tidak, Google seolah melibatkan diri dalam pembersihan etnis Palestina yang digencarkan Israel)” tulis dalam petisi tersebut.

Petisi yang bertajuk “Google: Put Palestine On Your Maps!” ini juga menuliskan bahwa masalah ini penting. Sebab, Google Maps sudah menjadi rujukan warga dunia, termasuk yang mencermati situasi Israel-Palestina. Jika dibiarkan, maka akan memicu instabilitas politik dunia dan memutarbalikan sejarah dan geografi.

“Please join us in calling on Google to recognize Palestine in Google Maps (Silahkan bergabung dengan kami menuntut Google untuk mengakui Palestina di Google Maps)” tulisnya di akhir petisi.

Petisi tersebut pun langsung mendapat banyak komentar miring yang ditujukan kepada Google. Di antaranya Aufan Lisan Shidqi Masyhudi.

Dia menuliskan “Palestine is the real country i boycot google”.

“It’s Palestine not Israel” timpal Husam Ghassan di komentar berikutnya. (fab/JPG)

Respon Anda?

komentar