4 Polisi Singapura ke Polda Kepri, Ada Apa?

1653
Pesona Indonesia

Sam Budigusdian Kapolda Kepri-F Cecep Mulyana (3)batampos.co.id РEmpat perwakilan Kepolisian Singapura mendatangi Polda Kepri, Senin (8/8/2016). Selain ingun melihat dan mendapatkan informasi detail soal terduga jaringan teroris Batam yang diamankan Densus 88, Jumat pagi (5/8/2016), juga datang menyampaikan terimakasih  atas keberhasilan jajaran Polri membekuk jaringan yang diklaim Densus akan menyerang Singapura.

Empat orang perwakilan pihak Singapura ini terdiri dari Brigjend Raymond, Kolonel Tang, Kolonel Bagjesing, dan Kolonel Rahim.

“Mereka datang kesini untuk mengucapkan terima kasih atas keberhasilan Polri dalam membekuk (terduga) jaringan teroris,” ujar Kapolda Kepri Brigen Sam Budigusdian.

Selain mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada jajaran Polri, Kepolisian Singapura juga mengharapkan kerja sama yang lebih intensif ke depannya dalam penanganan Teroris.

Kapolda juga menyampaikan perkembangan terkait penangkapan terduga jaringan teroris Batam yang oleh Densus menyebut Kelompok Khatib Rahmad Dewa pimpinan Gigih RD yang diduga binaan Bahrum Naim.

Dalam hasil pendalaman yang dilakukan oleh Tim Densus 88, kata Sam, Densus mengklaim struktur organisasi dalam kelompok ini terdiri dari, Gigih RD sebagai pimpinan, TS sebagai koordinator lapangan, TZ, HGY, dan EP sebagai perakit senjata.

Dari hasil penggeledahan, Densus juga mengklaim mendapatkan barang bukti berupa laptop dan perangkat IT, dua pucuk air soft gun laras pendek dan dua soft gun laras panjang

Untuk sasaran dari kelompok KRD sendiri merupakan kawasan Marina Bay, Singapura. Tujuan penyerangan ini diungkapkan Sam Budigusdian berdasarkan dari pengembangan yang dilakukan oleh Tim IT Densus 88.

“Rencana itu sudah pasti diperintahkan oleh Bahrun Naim, untuk melakukan aksi di Singapura. Hasil ini dari analisa yang dilakukan oleh Tim IT Densus,” kata Sam.

Klaim Densus tersebut memang masih banyak yang meragukan kalau 5 orang yang disebut-sebut jaringan Bahrum Naim itu akan meroket Singapira dari Batam. Apalagi dalam pemeriksaa , tak satupun bisa membuat roket.

Bahkan, Densus tak menemukan bukti komponen atau peralatan apapun untuk membuat roket dari rumah kelima orang tersebut. (eggi)

Respon Anda?

komentar