Lagi, Anak Buah Santoso Menyerah

788
Pesona Indonesia
Salman alias Opik, anak buah Santoso menyerahkan diri, Minggu (7/8/2016). Foto: istimewa
Salman alias Opik, anak buah Santoso menyerahkan diri, Minggu (7/8/2016). Foto: istimewa

batampos.co.id – Setelah Jumri alias Tamar, anggota Militan Indonesia Timur (MIT) yang juga anak buah Santoso alias Abu Wardah, menyerahkan diri Jumat (5/8/2016), giliran Muh Taufik alias Opik alias Salman menyerahkan diri pada Minggu (7/8/2016).

Dengan demikian, jumlah anak buah Santoso yang masuk dalam daftar buron tinggal 16 orang. Dua orang di antaranya wanita.

“Karena satu lagi DPO turun gunung (menyerahkan diri, red), maka DPO yang masih tersisa 16 orang,” kata Kepala Polda Sulteng di Poso, Senin (8/8/2016).

Kepada DPO sisa, mantan Kepala Polres Poso 2005-2007 ini tetap mengimbau untuk mengikuti jejak Jumri dan Salman menyerahkan diri kepada polisi.

Soal keberadaan Salman sekarang, Kapolda menyebut yang bersangkutan sudah berada di Mapolda Sulteng guna menjalani pemeriksaan lanjut. “Salman sudah di Polda. Untuk pemeriksaan lanjut,” jelasnya.

Salman merupakan adik sepupu dari istri Samil alias Nanung, juga DPO jaringan Santoso tapi telah menyerahkan diri kepada Satgas Tinombala pada Juni 2016 lalu.

Proses penyerahan diri yang dilakukan Salman tidak jauh berbeda dengan yang dilakukan Jumri yang difasilitasi oleh pihak keluarga.

Informasi serta data yang dihimpun di lapangan, kronologis penyerahan serta penjemputan Salman terjadi pada Minggu (7/8/2016) sekitar pukul 15. 30 wita, di sungai Mati-mati, kampung Tamanjeka, Dusun Ratelemba, Desa Masani, Kecamatan Poso Pesisir.

Proses penjemputan dilakukan di salah satu pondok milik warga berlangsung cepat disaksikan oleh kerabat dekat, termasuk istrinya.  Dia dijemput anggota Gabungan Densus 88 Mabes Polri dan anggota Polmas Desa Masani.

Penjemputan Salman dilakukan dengan menggunakan kendaraan roda empat. Setelah dijemput, Salman alias Opik bersama keluarganya langsung dibawa ke Mapolres Poso untuk diistirahatkan sementara, sambil melakukan pemeriksaan kesehatan. (bud/sam/jpnn) 

Respon Anda?

komentar