Golkar Usung CE-Ivan, Madel dan Masnah Tersingkir

1198
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Partai Golkar sepertinya cukup realistis dalam memutuskan dukungan di pilkada tiga daerah yang digelar Februari mendatang.

Ini terlihat dari keputusan partai berlambang pohon beringin ini yang memilih untuk mengusung Cek Endra (CE) di Sarolangun dan Ivan Wirata di Muaro Jambi.

Jika melihat track record mereka di Golkar, CE merupakan Ketua DPD Golkar versi Agung Laksono yang kemudian melebur pasca munas islah di Bali. Sementara kader Golkar lainnya yang berharap diusung di Sarolangun adalah Madel. Ia merupakan Ketua DPD Golkar Merangin yang masuk menjelang pilgub lalu.

Ivan Wirata sendiri adalah Ketua SOKSI Jambi, sebuah organisasi pendiri Partai Golkar. Meski Ivan disebut-sebut sebagai kader PDIP, namun secara kasat mata Ivan masih tercatat sebagai ketua SOKSI. Sementara pesaingnya adalah Masnah Busro yang merupakan anggota DPRD Provinsi Jambi dari Golkar.

Ketua DPD Golkar Provinsi Jambi Zoerman Manap mengatakan, partainya memang harus mengambil keputusan sulit di tengah realitas pilkada. Ada dua kader yang sama-sama ingin diusung Partai Golkar,

”Kami harus memilih. DPP yang memutuskan. DPP mengusung Ivan di Muarojambi dan CE di Sarolangun. Untuk Tebo dari awal Sukandar,” katanya seperti diberitakan Jambi Independent (Jawa Pos Group), hari ini (9/8).

Ia mengatakan, jika keputusan ini sudah melalui beberapa pertimbangan. Termasuk dengan melakukan klarifikasi terhadap Ivan Wirata yang disebut-sebut sudah menjadi anggota PDIP. ”Sudah bertemu. Saya tanyakan langsung jika dia masih menjadi Ketua SOKSI. Soal KTA, dia belum mengantongi KTA manapun. Sekarang dia Ketua SOKSI dan tidak pernah mundur. SOKSI sendiri adalah organisasi pendiri Golkar,” jelas Zoerman.

Untuk pilihan ke Cek Endra juga demikian. CE juga sudah diklarifikasi. CE sampai saat ini masih kader Golkar. Terakhir sebagai ketua DPD Golkar versi Agung Laksono. Sebelumnya sebagai Wakil ketua bidang organisasi. “Sampai sekarang belum pernah mundur dan masih kader,” jelasnya.

Mengenai posisi Madel, Zoerman mengaku sudah menelponnya. Namun tentu saja, sebagai kader partai harus patuh. Namun tentu saja tidak serta merta diterima. Jika memang Madel tetap ingin maju, maka tentu ada kebijakan partai. Karena ia merupakan Ketua Golkar Merangin. ”Kalau tetap maju, untuk sementara bisa non aktif,” katanya.

Bagaimana dengan Masnah? Zoerman mengatakan juga sudah menelepon namun tidak aktif. Ia sudah memerintahkan sekretaris DPD Golkar Sufardi untuk berkomunikasi secara langsung. Tentu jika maju, sebagai calon memang diminta untuk mundur dari fraksi.

”Dalam berpartai ini harus patuh terhadap keputusan. Saya selaku ketua DPD juga harus menjalankan keputusan ini. Ini berlaku bagi semua,” katanya.

Ia mengakui setiap keputusan tentu tidak semuanya bisa menerima. Tapi inilah organisasi. Tidak mungkin partai memberikan dukungan kedua kader sekaligus. ”Harus salah satunya dan ini harus dipatuhi dan dilaksanakan. Kalau ingin berpartai harus patuh,” pungkasnya.

Menanggapi hal ini, anggota dewan pertimbangan DPD Partai Golkar, Kemas Farouq yang dihubungi kemarin mengaku keputusan ini sudah realistis. ”Ini sudah realistis. Karena Golkar memilih berdasarkan survei. Saya kira sudah tepat,” ucapnya. Ia berharap Golkar bisa solid.

Sementara, Cabup Muarojambi Ivan Wirata mengaku bersyukur atas dukungan Golkar. Menurutnya dukungan Golkar menjadi penambah energi positif baginya dan tim. ”Ini sekaligus membantah isu yang sengaja dimainkan selama ini. Bahwa IW tak punya partai. Saat ini biarlah publik yang menilai. Dukungan Golkar ini menjadi energi positif untuk kita membangun Muarojambi,” bebernya.

Diusungnya IW oleh Golkar menambah deretan parpol pendukungnya. Selama ini, IW sudah dipastikan didukung oleh PDIP. Diprediksi, IW akan maju dengan didukung sejumlah partai besar.

Cek Endra pun merasa bersykur karena partai berlambang beringin ini cepat menentukan sikap. ”Dari awal memang saya berharap mendapatkan dukungan dari Partai Golkar, ingat Golkar buka pendaftaran gelombang kedua. Saya diminta kawan-kawan mendaftar waktu itu saya mengembalikan formulir ke DPD Golkar Provinsi Jambi. Saya yang datang mengenakan baju berwarna kuning disambut anggota tim penjaringan,” kata Cek Endra dimintai keterangan kemarin (8/8).

Memang dengan kabar gembira ini, Cek Endra merasa bersyukur, karena Partai Golkar cepat menentukan sikap. ”Kenapa saya bilang cepat menentukan sikap, pastilah Golkar memang melakukan survei, dan hasil itulah yang menjadi dasar Partai Golkar untuk memberikan dukungan dan memutuskan,” sebut Cek Endra.

Berarti, lanjut Cek Endra, Partai Golkar sebagai partai besar, masih objektif dalam hal memberikan dukukngan kepada kandidat, dan pastilah berdasarkan dari hasil survei. ”Mudah-mudahan ini bentu dukungan postif untuk saya, untuk maju dalam Pilkada Sarolangun pada awal 2017 nanti,” ucap Cek Endra.

Ditanya soal Partai Golkar belum mengeluarkan SK secara resmi yang masih menunggu calon pasangan, Cek Endra menyebutkan, dalam waktu dekat dirinya akan ke Jakata untuk membicarakan soal pasangan atau wakil itu. Sekedar infomasi, mantan Bupati Sarolangun Drs H Cek Endra hingga kini terus menunjukkan kenaikan tingkat elektabilitasnya di tengah masyarakat Sarolangun dari hasil survei. (jpg)

Respon Anda?

komentar