Gubernur Babel Ingin Pertukaran Pelajar Bisa Adopsi Pariwisata Jogja

1184
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Gubernur provinsi kepulauan Bangka Belitung (babel) Rustam Effendi melepas 20 siswa SMA/SMK yang lolos seleksi berangkat ke provinsi Yogyakarta untuk belajar dan mengenal wawasan pendidikan, sosial budaya dan pariwisata daerah tersebut.

Pertukaran pelajar dalam bidang wawasan nusantara ini salah satu program tahunan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk memberikan wawasan baru siswa mengenal keberagaman budaya bangsa.

20 siswa terbaik dari sekolah di 7 kabupaten kota yang ada di babel ini, akan mempelajari seluk beluk provinsi yang dikenal sebagai kota pendidikan dan pariwisata murahnya, mulai 7-14 Agustus 2016 mendatang.

“Kesempatan langka bisa mengenal daerah lain, saya titip promosikan babel dan adopsi hal yang baik dari ilmu yang didapat disana,” ungkap Effendi¬†seperti diberitakan Babel Pos (Jawa Pos group), hari ini (9/8).

Gubernur berharap, persamaan karakter wilayah sebagai daerah tujuan wisata dapat memberi saling silang ilmu pengelolaan sektor wisata, dan memberi masukan penting untuk perkembangan Babel yang sedang menggencarkan promosi daerah.

“Pelajari dan gali ilmu yang nantinya menjadi bahan masukan pemerintah dalam pembangunan babel kedepan, khususnya paiwisata yang sedang kita gencarkan,”jelasnya.

Pertukaran pelajar ini merupakan agenda tahunan BUMN untuk memberikan pendidikan siswa mengenal budaya,sosial dan pariwisata daerah lain, harapannya siswa dapat mengembangkan penemuan dalam acara itu manjadi ilmu baru untuk kemajuan Babel.

Dibiayai PT. Timah dan Taspen, sebaliknya nanti pelajar dari Yogyakarta akan melakukan hal yang sama menggali informasi seputar potensi pendidikan, sosial, dan pariwisata sebagai perbandingan.

” Ini agenda program tahunan BUMN PT. Timah dan Taspen babel, secara menyeluruh program ini memberi dampak positif bagi pengembangan karakter siswa,” imbuh Rustam.

Rustam berpesan agar selama berada di Jogja, siswa terpilih ini dapat menjadi duta budaya babel dengan memberikan wawasan babel dan potensi wilayahnya.

“beritahu siswa lain untuk bertukar pikiran dan kita juga beritahu mereka apa yang ada di Babel, misalnya keanekaragaman budaya dan wisata alam,”tutupnya.(jpg)

Respon Anda?

komentar