Hardi Perjuangkan Kembali Nasib Guru Honorer

918
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Kabar gembira bagi tenaga pendidik honorer di Kabupaten Karimun. Nasib mereka kembali akan diperjuangkan untuk diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

Ketegasan ini disampaikan Ketua Komite II DPD RI Hardi Slamet Hood saat bertatap muka dengan tenaga pendidik yang tergabung dalam Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI) Karimun, Jumat (5/8) malam lalu. “Kebetulan MenPAN-RB yang baru dilantik merupakan orang Kepri. Makanya, kita berupaya kembali memperjuangkan nasib guru honorer untuk segera diangkat menjadi PNS,” ucap Hardi disambut gembira.

Bersama anggota Komite II DPD RI, Hardi mengaku akan membuat skenario wacana merevisi UU Aparatur Sipil Negara (ASN). Terutama merevisi PP nomor 43 tahun 2007 tentang rekrutmen CPNS honorer. Di mana PP tersebut ditengarai banyak yang tidak jelas, dan menjadi kabur maknanya.

“Sama-samalah kita berdoa, semoga wacana kita bisa diterima MenPAN-RB. Tentunya, tetap harus mengikuti prosedur yang ditentukan termasuk mengikuti tes kompetensi,” ujarnya.

Mengenai keberadaan ISPI Karimun, Hardi berharap dapat menjadi wadah untuk membantu para guru melakukan peningkatan kualitasnya. “Melalui wadah ISPI inilah, tenaga guru bisa memberikan sumbangan tenaga, dan pikiran dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa,” ungkapnya.

Untuk lebih mengenalkan keberadaan ISPI Karimun yang dipimpin Joko Lelono, senator asal Kepri itu menyebutkan akan dimeriahkan dengan pelaksanaan seminar di bulan Oktober. Diakui, ISPI dan PGRI bak dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan. Kedua wadah tersebut, sama-sama berjuang membantu mencerdaskan generasi bangsa.

“Melalui seminar pendidikan, tidak hanya meningkatkan kualitas. Tetapi bagaimana kita juga mengup-grade ilmu di bidang pendidikan. Semoga kualitas tenaga guru nantinya benar-benar terus meningkat,” harap Hardi.

Sementara Joko Lelono, Ketua ISPI Karimun mengapresiasi kehadiran Ketua Komite II DPD RI Hardi Slamet Hood. Apalagi, kehadiran senator asal Kepri ini, turut memotivasi tenaga pengajar agar selalu meningkatkan disiplin ilmu, sekaligus kualitas pendidikan.

“Kita terus berupaya, kehadiran ISPI Karimun bisa memenuhi peningkatan skill, dan mutu tenaga pendidik. Sehingga, dunia pendidikan di Karimun bisa bersaing di tingkat nasional, bahkan internasional,” harap Joko. (enl/bpos)

Respon Anda?

komentar