Kak Seto: Sekolah Sehari Penuh Merampas Kebersamaan dengan Keluarga

600
Pesona Indonesia
Ketua KPAI Seto Mulyadi alias Kak Seto. (foto: jpnn)
Ketua KPAI Seto Mulyadi alias Kak Seto. (foto: jpnn)

batampos.co.id – Terkait kebijakan Kemendikbud yang akan menerapkan program full day school atau sekolah sehari penuh, Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia (Komnas PAI) dengan tegas menolak kebijakan tersebut.

Ketua Komnas PAI, Seto Mulyadi, mengatakan kebijakan itu hanya akan memperparah sistem pendidikan nasional yang kurang ramah terhadap anak.

“Kebutuhan anak tidak cuma belajar di sekolah. Tapi ada kebutuhan lainnya seperti bergembira. Sedangkan sistem pendidikan kita hanya menekankan pada belajar dan belajar,” kata pria yang akrab dipanggil Kak Seto tersebut, Senin (8/8).

Kak Seto menjelaskan, dunia pendidikan tidak lagi memerhatikan kebutuhan psikologi anak.

“Saya sangat menentang jika rencana mendikbud merapkan program full day school. Kalau ini wajib, saya sangat tidak setuju,” jelasnya.

Menurut Kak Seto, jika program itu diterapkan, maka itu sama saja dengan merampas waktu anak bersama keluarga.

“Pendidikan itu bukan berarti persekolahan. Di kita kan sudah ada home schooling. Bahkan dalam undang-undang sistem pendidikan kita sudah ada pendidikan nonformal dan informal. Nah pendidikan ini juga harus diberdayakan,” terangnya. (jpnn)

Respon Anda?

komentar