Masa Reses, Anggota DPR RI Balik Kampung ke Lingga

920
Pesona Indonesia
Anggota Komisi VI DPR RI, Nyat Kadir melakukan reses di aula kantor Bupati Lingga. foto:hasbi/batampos
Anggota Komisi VI DPR RI, Nyat Kadir melakukan reses di aula kantor Bupati Lingga. foto:hasbi/batampos

batampos.co.id – Anggota Komisi VI DPR RI, Nyat Kadir menjemput aspirasi ke Kabupaten Lingga, Bunda Tanah Melayu yang merupakan kampung halamannya. Bertempat di aula kantor Bupati Lingga, putra daerah yang kini berkiprah di kancah nasional tersebut bertatap muka langsung dengan Pemkab Lingga, SKPD dan tokoh masyarakat (Tomas), Senin (8/8) sore.

Kunjungan dalam kegiatan reses politikus Nasdem tersebut berlangsung sederhana dipimpin oleh Bupati Lingga, Alias Wello.
“Ini kesempatan langka, anggota DPRD RI langsung turun ke Lingga menjemput aspirasi. Mudah-mudahan ini jadi kesempatan kita, menyampaikan aspirasi untuk membantu pembangunan dan persoalan anggaran kita yang terbatas,” ungkap Awe sapaan akrab bupati Lingga.

Dalam kesempatan tersebut, Awe turut menyampaikan sejumlah persoalan daerah yang perlu menjadi perhatian serius pemerintah pusat dalam membenah kabupaten paling selatan Kepri yang akan memasuki usia 13 tahun tersebut. Persoalan minimnya anggaran dan pemotongan dana transfer ke daerah disampaikan Awe menjadi salah satu kendala berjalannya program pemerintah maupun kegiatan dimasing-masing SKPD.

Selain itu, dibidang perindustrian, disampaikan Awe, pemerintah Kabupaten Lingga masih perlu pembenahan kebutuhan dasar baik koperasi, energi listrik, air bersih, sarana prasarana lain seperti pelabuhan bongkar muat yang menjadi hilir prodak daerah untuk dikirim keluar.

“APBD kita masih sangat rendah. Banyak potensi yang belum tergarap karena sarana dan prasarana yang belum memadai. Termasuk kita belum memiliki pelabuhan bongkar muat dan gudang,” timpal Awe mengantisipasi hilir dari prodak daerah seperti hasil pangan yang kini gencar digerakkan pemerintah kabupaten Lingga.

Selain itu kata Awe, untuk membuka peluang investasi yang sehat di Kabupaten Lingga, konekivitas menjadi salah satu hal penting. Pemerintah daerah, kata Awe, terus menggesa perpanjangan runway landasan Bandara Dabo Singkep.

“Nanti kalau bandara sudah selesai, kita harapkan sampai 2.000 meter, Dato’ (Nyat Kadir) tidak perlu lagi harus berangkat dari Batam. Bisa langsung sampai ke Dabo, kita sambut pakai kompang,” canda Awe yang juga usungan Partai Nasdem tersebut.

Sementara itu, Nyat Kadir mengatakan, ia sangat mengapresiasi pemerintahan Lingga yang baru. Proyek percetakan sawah dan panen perdana telah menjadi konsumsi media nasional. Ini kata Nyat, merupakaan kebanggan tersendiri sebagai putra asli daerah.

“Lingga harus selalu membuat terobosan. Panen perdana kemarin menjadi berita nasional, dan saya sangat mengapresiasi. Di sisi lain, kita juga miris, peruntukan anggaran daerah untuk Kabupaten Lingga masih sangat kecil. Saya setuju kalau Lingga menjadi daerah tertinggal, agar bisa menyerap banyak dana pembangunan di sana,” tutup Nyat Kadir. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar