Pemuda yang Evakuasi Dua Korban Tenggelam Tiba-tiba Kesurupan

1133
Pesona Indonesia
Sang ibu meratapi anaknya yang tewas tenggelam di bekas galian C. Foto: pekanbarumx/jpg
Sang ibu meratapi anaknya yang tewas tenggelam di bekas galian C. Foto: pekanbarumx/jpg

batampos.co.id – Bekas galian yang terletak di Jalan Barito Dan Merdu Kelurahan Bukit Timah, Kecamatan Dumai Selatan, Riau, ternyata dikenal daerah angker.

Sebab, sebelum tewasnya dua siswi SMP Deliyana Simamora, 13, warga Jalan Pesantren, RT 14, Kelurahan Bukit Timah, Kecamatan Dumai Selatan, dan Maisarah, 13, warga Jalan Abdul Rafqan, Bukit Timah, Sabtu (6/8) lalu, ternyata bekas galian itu sudah pernah menelan korban jiwa.

Anehnya, dua jam setelah jasad kedua siswi SMP ditemukan dan dievakuasi, pemuda setempat yang berhasil menemukan jasad korban secara tiba-tiba kesurupan.

Dengan menggerakan kedua tangan dan kakinya ia melakukan gerakan pendekar jaman dahulu kala yang sedang bersilat.

“Kenapa diangkat jasad anak itu. Saya tidak terima. Saya tak rela. Saya mau gantinya,” ujarnya dengan nada suara yang berat sambil bersilat.

Melihat hal tersebut, seorang pemuka agama setempat, Ustadz Syahrial, 58, langsung berinteraksi dengan pemuda yang kesurupan tersebut.

Kepada Ustadz Syariah makhluk halus yang merasuki raga pemuda tersebut kembali mengulang kalimat bahwa ia tidak terima jasad kedua siswi tersebut diangkat.

Dengan kemampuan dan ilmu agama yang ia punya, Ustadz Syahrial berhasil mengeluarkan makhluk halus yang merasuki pemuda tadi.

“Alhamdulilah secara makmum sudah diatasi, tadi makhluk tersebut sempat membisikan sesuatu kepada saya, ia tidak terima pemuda tersebut mengangkat jasad korban,” ujarnya.

Kalaupun diangkat, lanjut Ustadz Syahrial, makhluk tersebut ingin pemuda yang menemukan jasad korban sebagai gantinya.

“Yang saya lihat, pada saat pemuda tersebut mengangkat jasad korban ke atas, tangannya ditarik kembali ke dasar danau, hingga 2 kali, kemudian kakinya. Makhluk tersebut ingin pemuda ini sebagai ganti jasad korban,” tuturnya.(jpg)

Respon Anda?

komentar