Selidiki Lagi Beberapa Tempat, Densus 88 Temukan Bukti-bukti Ini

1292
Pesona Indonesia
Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli. Foto: Dokumen JPNN
Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli. Foto: Dokumen JPNN

batampos.co.id – Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri kembali memeriksa sejumlah tempat terduga teroris kelompok Kitabah Gigih Rahmat (KGR) yang masih berada di Batam, Kepulauan Riau.

Selain menggeledah beberapa lokasi, kelima terduga terus diperiksa Densus 88 secara intensif untuk mengumpulkan barang bukti baru.

Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli mengatakan, dari rumah Gigih Rahmat Dewa, Densus menyita alat panah, uang tunai Rp 2,5 juta, buku catatan, kamera, satu buah paspor, akte kelahiran, dan akte keluarga.

“Kemudian ada sejumlah buku tabungan Bank Mandiri, Mandiri Syariah, dan Muamalat,” kata Boy di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (9/8).

Sementara itu, dari rumah terduga teroris inisial ES, Densus menemukan senjata api rakitan. “Jadi itu senjata air soft gun yang dimodifikasi sedemikian rupa mirip seperti AK-47. Itu diletakkan yang bersangkutan di atas rumahnya di loteng,” imbuh Boy.

Lebih lanjut, kata Boy, Densus juga menyita beberapa barang bukti dari rumah terduga teroris inisial TS. Antara lain ialah satu senapan angin, satu pucuk air soft gun, satu unit CPU, dan note book.

Menurut Boy, Densus sudah menyerahkan satu unit CPU dan note book kepada tim Cyber Crime Mabes Polri untuk diperiksa secara forensik.

“Pemeriksaan berkaitan dengan percakapan yang dilakukan bersama dengan kelompok-kelompok mereka,” terang Boy.

Terlepas dari itu, lanjut Boy, pemeriksaan dan pengumpulan barang bukti masih berlanjut. Sebab, Densus menduga, kelima terduga teroris tersebut masih menyembunyikan barang bukti terkait terorisme di tempat lain di Batam.

“Ada sesuatu yang masih disembunyikan. Kami masih perlu tunggu dengan mengonfirmasi terhadap petunjuk-petunjuk lainnya sehingga kami harapkan upaya penyitaan terhadap segala properti yang mereka kuasai.

“Tentunya juga berkaitan dengan masalah-masalah yang mengarah pada peralatan yang digunakan untuk aksi-aksi teroris. Itu yang kami waspadai dari kelompok ini,” tandas Boy. (Mg4/jpnn)

Respon Anda?

komentar