Subhanallah! Wanita Tuna Netra Ini Sudah 3 Kali Naik Haji

457
Pesona Indonesia
Musdalifah saat tiba di asrama haji Sudiang. (foto: jpg)
Musdalifah saat tiba di asrama haji Sudiang. (foto: jpg)

batampos.co.id – Kehadiran Musdalifah, seorang wanita setengah baya yang merupakan salah satu calon jemaah haji di asrama haji Sudiang, Makassar, cukup menarik perhatian.

Ia mengenakan hijab yang cukup panjang. Kacamata bening bertengger di antara kening dan hidungnya. Sebuah tongkat dipegangnya untuk berjalan. Melihat itu, tiga orang Polwan lantas mendekati dan membantunya berjalan masuk.

Mereka lantas disusul oleh tiga orang jemaah lainnya, yang ternyata adalah keluarga perempuan paruh baya tadi.

Musdalifah ternyata seorang penderita tuna netra. Mata wanita berusia 66 tahun tersebut bermasalah sejak usia 49 tahun, tepatnya sejak 1999 silam.

“Tahun 1999 mata saya bermasalah karena penyakit glaukoma,” terangnya.

Kedatangan Musdalifah ke asrama haji memang untuk berangkat ke Tanah Suci. Dia bersama suaminya, Asri Asten, juga dua anaknya, Asmulianto dan Asmuliani akan menunaikan ibadah haji. Tiga anaknya yang lain masih di Makassar. Tahun ini sudah ketiga kalinya Musdalifah naik haji.

“Pertama naik haji tahun 1993. Saat itu mata saya masih normal,” kisahnya.

Naik haji yang kedua pada 2001 silam. Saat itu dia sudah tidak lagi melihat dunia ini dengan mata yang normal.

Musdalifah merupakan pensiunan penitipan anak di bawah naungan Dinas Sosial Pemprov Sulsel. Pensiun pada 2006.

Saat pertama naik haji, dia memang sendirian. Pada 2001, dia naik haji didampingi oleh suaminya. Tahun ini, dia bersyukur bisa berhaji bersama suami dan dua anaknya. Meskipun dia harus menunggu selama tujuh tahun. “Kami mendaftar haji sejak tahun 2009. Alhamdulillah tahun ini sudah bisa berangkat,” katanya.

Naik haji kali ini dia niatkan untuk menghajikan almarhum ayahnya, Aruna Teggang, yang meninggal tahun 1985. Meski matanya bermasalah dan tak lagi bisa melihat kakbah, selalu ada hal yang membuatnya rindu dengan Tanah Suci.

Setiap naik haji ada kerinduan yang luar biasa ke Kakbah. Seandainya bisa pergi setiap tahun tentu saya saya ke sana. Ada perasaan nikmat,” ujarnya. (jpnn)

Respon Anda?

komentar