Kapolda Kepri Sebut Dana untuk KGR Dikirim Bahrum Naim via Western Union

1013
Pesona Indonesia
Terduga Teroris
Densus 88 menggeledah rumah terduga jaringan teroris Khatib Gigih Rahmat (KGR) di Batam, Jumat (5/8/2016). Foto: batampos/jpgrup

batampos.co.id -Bukti-bukti otentik tentang kelompok Khatib Gigih Rahmat (KGR) adalah jaringan Bahrum Naim belum dibeberkan kepada media oleh Densus 88, namun penyidik Mabes Polri dan Polda Kepri sudah menyebut KGR di Batam, Kepulauan Riau, ini terbukti merupakan jaringan Bahrun Naim.

Polisi bahkan mengklaim ada perintah Bahrun Naim melalui akun facebook dan email kepada kelompok KGR untuk menyerang Singapura, meski bukti perintah itu belum ditunjukkan ke media.

“Ada perintah Bahrun Naim melalui Gigih untuk melakukan penyerangan ke Singapura,” ujar Kapolda Kepri, Brigjen Sam Budigusdian seperti diberitakan JPNN, Selasa (9/8/2016).

Baca Juga: Kapolda Kepri Sebut Gigih Latih Pelaku Bom Mapolresta Solo di Batam

Dia menjelaskan penyerangan menggunakan roket ke Singapura dengan target Marina Bay tersebut diduga bertujuan mendapatkan dana. Namun, Sam enggan menyebutkan sumber dana yang akan didapatkan kelompok ini.

“Mungkin saja untuk mendapatkan dana. Dan untuk menekan (Singapura),” kata Sam.

Sam menambahkan untuk mematangkan perencanaan itu, Gigih menerima dana langsung dari Bahrun Naim. Dana itu digunakan untuk membeli bahan dan peralatan penyerangan.

Dana itu dikirim melalui jasa pengiriman uang antarnegara, Western Union. “Jumlah dana yang dikirimkan masih dalam pemeriksaan Tim Densus,” kata Sam.

Baca Juga: Kapolda Kepri Sebut Mantan Pejabat BP Batam Joko Wiwoho Berangkat ke Suriah Dibantu Gigih

Meski begitu, Sam maupun Densus serta Mabes Polri belum menemukan barang bukti apapun terkait klaim rencana penyerangan itu.

Bahkan Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Agus Rianto di Mabes Polri, Ahad (7/8/2016) lalu mengatakan, belum ada bukti apapun terkait roket yang disebut bakal digunakan untuk menyerang Singapura.

“Sampai saat ini belum ditemukan (roketnya), dari pendalaman itu masih sebatas rencana,” ujar Agus Rianto.

Gigih dan empat rekannya yang lain yang disebut Densus jaringan Bahrum Naim hingga saat ini belum memberikan klarifikasi kepada media terkait semua tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Gigih Cs belum diberi kesempatan bicara ke media secara langsung.

Bahkan, Kapolda Kepri Brigjen Sam Budigusdian saat ditanya keberadaan Gigh Cs setelah ditangkap Jumat (5/8/2016) lalu enggan menyebutkan. “Masih dalam pengawasan Densus 88, wilayah kerja densus seluruh Indonesia,” ujar Sam, Senin (8/8/2016). (ceu/opi/ska/eja/eggi/jpnn)

Baca Juga: Densus Tak Temukan Bukti Terduga Jaringan Teroris Batam Mau Roket Singapura

Respon Anda?

komentar